Cara Menyusui Bayi Setelah Melahirkan



Cara Menyusui Bayi Setelah Melahirkan :
1. Setelah bayi dilahirkan langsung lakukan IMD (inisiasi menyusu dini). Menyusu loh ya bukan menyusui. Jadi artinya biarkan bayi dengan instingnya mencari puting payudara ibu. Bayi akan merayap menghampiri puting ibu. Itulah kuasa Tuhan. Kalo lihat bayi-bayi di ruang bayi. Itu mulutnya celangopan semua mencari putting ibunya. Tapi suster malah memberikan susu botol bukan berikan ke ibunya untuk disusui. Jadi ini seharusnya tidak boleh terjadi.
2. Kemudian lakukan rawat gabung dengan. Susui setiap bayi nangis. Untuk mengurangi beban ibu. Tugas si ibu hanya menyusui saja. Untuk ganti popok dsb. Serahkan suster. Ibu juga bole belajar mengganti popok tapi tugas utamanya susui bayi.
3. Kemudian pijat payudara denagn 30 x 3 gerakan yang biasanya diajarkan suster. Harus minta diajari dan suster biasanya tahu caranya. Terus kompres payudara bergantian hangat dan dingin. Hangat 2 menit dingin 1 menit dan hangat 2 menit.
4. Belajar dapat perlekatan yang benar antara mulut bayi dan puting ibu. Sebaiknya ibu dan bayi belajar sendiri dengan bantuan suster tanpa ada celaan dan gangguan dari pihak keluarga. Bayi harus minum asi jadi jangan coba-coba tawari susu formula karena bayi nangis terus. Biasanya pihak keluarga seperti orang tua yang panik bayinya nangis disuruh tambah sufor. Ini sama sekali TIDAK PERLU dan TIDAK BOLEH dilakukan.
5. Seluruh anggota keluarga harus mendukung sang ibu menyusui bukan malah mencela dan mencerca yang membuat si ibu semakin stress dan asi jadi seret keluar.
6. Sebaiknya kalo belum pintar menyusui juga jangan terima tamu. Tamu juga suka menyesatkan dan memberitahukan ilmu-ilmu yang tidak benar belum lagi kata-katanya yang suka bikin down ibu menyusui. Tapi kalo tamu yang pro ASI boleh lah diterima. Harus malah untuk ikut menyemangati.
7. Makan makanan bergizi dan minum susu, yoghurt. Makan sayur daun katuk + kuahnya yang banyak. Daun papaya. Kacang kulit juga bisa memperbanyak asi.
8. Dan tidak lupa berdoa…
ditulis dan dipraktekan oleh lutvita



A baby with colic is particularly at risk because of the hours spent crying and being lifted and carried around by a carer who is trying to pacify the child while being extremely tired and in despair.

It is not commonly known that newborn babies, up to the time they are able to crawl are at risk of sustaining some degree of damage due to the
way they are lifted and carried. This damage would be quite unintentional of course, and not immediately apparent because the damage would probably be minor and this does not apply only to babies with colic.

No comments: