Ingin Hamil – Apa Harus Sering Melakukan Hubungan Seks ?

Ingin Hamil – Apa Harus Sering Melakukan Hubungan Seks ?
Oleh Dr.suririnah

Ingin hamil, apa harus sering melakukan hubungan seksual? Bingung apa harus sering melakukan hubungan seks atau dijarangkan ya untuk meningkatkan kemungkinan hamil, jawabannya ------
Ingin hamil, apa harus sering melakukan hubungan seksual? Jawabannya adalah tergantung dari setiap pasangan.

Karena tidak ada angka khusus yang dapat menentukan berapa kali seseorang harus melakukan seks untuk dapat hamil. Ada wanita yang hamil hanya dengan hubungan seksual satu kali saja tapi yang lain memerlukan waktu yang lebih lama.

Bila pasangan anda memiliki sperma yang normal dalam jumlah dan kualitas, anda dapat melakukan setiap hari saat masa subur anda. Jadi jumlah dan kualitas sperma pasangan anda mempengaruhi seberapa sering anda perlu untuk melakukan hubungan seksual untuk dapat hamil.

Jadi sebenarnya pertanyaan ini harus dibalik yaitu seberapa ‘sering’ anda melakukan hubungan seksual pada ‘waktu’ yang terbaik atau tepat untuk terjadinya konsepsi.
Baca selengkapnya tentang: Tips Untuk Menilai Masa Subur.

Berdasarkan teori yang dapat disarankan adalah anda sebaiknya ‘tidak melakukan hubungan seksual’ untuk 3-5 hari sebelum masuk ke masa subur,kemudian anda dapat melakukan seks setiap hari mulai dari 2 hari sebelum ovulasi (masa subur) sampai 3 hari setelahnya.

Ingatlah yang terpenting saat melakukan hubungans seksual anda berdua menikmatinya dan merasa nyaman dengan apa yang anda lakukan. Bila anda melakukan seks setiap hari dan hanya merasa tertekan maka hanya akan menambah stress yang akan mempersulit terjadinya konsepsi.

© Dr. Suririnah- www.infoibu.com

Tips Untuk Membantu Pasangan Yang Ingin Hamil!

Tips Untuk Membantu Pasangan Yang Ingin Hamil!
www.infoibu.com


Anda mencoba untuk hamil, anda dapat mencoba beberapa tips ini untuk membantu supaya anda dapat hamil. Mungkin anda pernah mendengar banyak rumor yang beredar tentang kapan saat terbaik melakukan hubungan seks sesuai siklus wanita, berapa kali hubungan seksual dilakukan, posisi dan cara seksual dilakukan dan lain sebagainya hal-hal yang meningkatkan kemungkinan untuk dapat hamil.

Tetapi apakah kenyataannya yang sebenarnya tentang semua hal diatas. Sebelumnya sebaiknya anda mengerti dahulu Bagaimana proses kehamilan itu terjadi.

Beberapa Tips Untuk Hamil:

- Waktu terbaik untuk konsepsi

Penting untuk mengetahui kapan saat terbaik untuk terjadinya pembuahan pada seorang wanita. Waktu terbaik untuk konsepsi atau pembuahan adalah saat masa subur atau ovulasi dari seorang wanita.

Baca selengkapnya tentang : Kapan dan bagaimana cara menilai masa subur anda?.

Yang perlu diperhatikan bahwa telur yang matang hanya hidup 24 jam sedangkan sperma hidup 48-72 jam dalam tubuh wanita. Oleh karenanya, melakukan hubungan seks sebelum saat ovulasi lebih baik untuk meningkatkan kehamilan daripada sehari atau dua hari sesudahnya.

- Frekuensi hubungan seksual

Frekuensi atau seberapa sering untuk melakukan hubungan seksual, ini semua tergantung dari setiap pasangan. Tidak ada angka khusus yang dapat memastikan berapa kali seseorang harus melakukan seks untuk dapat hamil. Ada wanita yang hamil hanya dengan satu kali saja tapi yang lain memerlukan waktu yang lebih lama. Yang terpenting "seberapa sering" anda melakukan hubungan seksual pada " waktu yang terbaik untuk konsepsi".

Baca selengkapnya tentang: Ingin Hamil, Apakah Harus Sering Melakukan Hubungan Seksual?

- Nikmati proses hubungan seksual anda.

Penelitian menunjukkan bahwa ketika seorang wantia mencapai orgasme, akan membentuk suasana alkaline (basa) pada vagina yang mana sperma sukai dariapda kondisi normal vagina (suasana asam). Jika anda mencapai orgasme pada saat yang bersamaan atau sesaat sesudah pasangan anda ejakulasi maka kesempatan sperma untuk selamat sampai di servik lebih meningkat.

- Posisi hubungan seksual.

Posisi seks yang dianjurkan untuk meningkatkan kemungkinan terjadinya kehamilan adalah pria diatas (man on top).

Baca selengkapnya tentang : Ingin Hamil—Coba posisi seksual ini.

- Jangan Banyak Bergerak Setelah Seks?

Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa setelah hubungan seksual dengan tidak bergerak dan tetap dalam posisi tidur dengan kaki atau pinggul lebih tinggi setelah seks akan meningkatkan kesuburan. Karena sebenarnya sperma sudah berada di dalam servik sesaat setelah ejakulasi.

Tapi ada ahli yang tetap menganjurkan untuk memberi waktu sejenak untuk sperma berenang ke servik dan menganjal pinggul dengan sebuah bantal selama seks.

Yang terpenting juga sewaktu anda membersihkan, hindari mengunakan cairan pembersih vagina sesaat setelah hubungan seksual, karena cairan pembersih vagina dapat bersifat toxic untuk sperma.

- Buat para suami

Para suami sebaiknya menghindari memakai celana yang terlalu ketat atau mandi air hangat, hal ini akan menurunkan kemungkinan kehamilan karena proses penekanan atau panas didaerah testis (pembentuk sperma).

- Relaks

Cobalah untuk tetap rileks dalam menghadapi hal ini bersama pasangan karena Stress hanya akan mempersulit terjadinya konsepsi.

- Jaga kesehatan anda.

Menjaga kesehatan adalah hal dasar yang penting. Pastikan tubuh anda cukup nutrisi. Ingat bahwa wanita yang sehat akan lebih mudah hamil daripada yang mempunyai berat badan yang berlebihan atau kurang.

Ini semua adalah tips untuk membantu anda untuk meningkatkan kemungkinan untuk dapat hamil. Ingatlah kebanyakan, saat sperma masuk ke dalam saluran tuba dan telur yang matang siap untuk dibuahi maka hanya 30 % saja yang mempunyai hasil test kehamilan positif dan sisanya 70 % walaupun melakukan semuanya dengan benar tapi tetap harus menunggu dan mencoba lagi.

Dan bila anda sudah mencoba melakukan hal ini selama 1 tahun dan belum hamil juga, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter anda untuk mendapatkan penanganan yang terbaik.

Semoga berhasil!

© Dr.Suririnah-www.infoibu.com

Olah Raga Selama Kehamilan

Olah Raga Selama Kehamilan
Oleh dr.suririnah

Olah raga selama kehamilan. Apa kegunaan melakukan olah raga selama kehamilan? Olah raga yang bagaimana yang sebaiknya dilakukan? Kapan Ibu hamil dilarang berolah raga?.....
Olah raga selama kehamilan dapat membantu anda mempersiapkan kelahiran dengan menperkuat otot dan membentuk daya tahan. Dan juga akan membantu lebih cepat untuk kembali ke bentuk badan semula setelah persalinan.

Sangat penting untuk melakukan olahraga yang tidak berbahaya untuk anda dan bayi anda. Sebaiknya anda menghindari olahraga yang dapat membuat anda mudah terjatuh/terpeleset.

Banyak rumah sakit atau club yang menyediakan olahraga yang disesuaikan dangan ibu hamil. Yang terpenting, berolah raga selama kehamilan adalah untuk ibu hamil menjadi lebih baik dan sehat, bukan untuk meraih nilai tertentu seperti sedang dalam kompentisi.

Mulailah perlahan dengan olahraga jalan 20 menit tiga kali seminggu. Bagaimanapun jangan lupa untuk memberi perhatian pada tanda-tanda yang diberikan tubuh anda.

Petunjuk untuk melakukan olahraga:

- Diskusikan dulu dengan dokter anda, olahraga apa yang ingin anda lakukan.

- Lakukan pemanasan sebelum olah raga dan penenangan setelahnya.

- Kurangi waktu olahraga yang biasa anda lakukan menjadi 3 kali dalam seminggu sekitar 15-20 menit.

- Dengarkan signal yang diberikan tubuh anda. Karena Detak jantung anda selama hamil meningkat sekitar 20%. Bila anda merasa lelah beristirahatlah,ingat anda sedang hamil. Jangan memaksakan diri anda.

- Minumlah yang cukup untuk menolong pengaturan suhu tubuh dan mengurangi resiko dehidrasi.

- Konsentrasikan pada otot-otot yang akan digunakan pada persalinan, seperti kaki, perut, panggul.

- Jalan adalah salah satu olahraga yang aman.

- Gunakan bh yang mendukung dan sepatu yang sesuai untuk anda yang membuat anda merasa nyaman dan tentu saja aman.

- Olahraga lain yang dianjurkan termasuk berenang, senam aerobik yang ringan, sepeda yang tak bergerak dan sekarang ini pada ANC di beberapa rumah sakit biasanya menyediakan Senam Ibu Hamil.

Berhentilah berolahraga dan hubungi dokter anda, bila anda mengalami hal-hal dibawah ini:

• Sakit, apapun itu.
• Pendarahan vagina
• Pusing, sakit kepala ringan.
• Kesulitan bernafas.
• Sesak nafas hebat.
• Palpitasi
• Kontraksi rahim.
• Sakit kepala.
• Jangan melakukan olahraga, konsultasi ke dokter anda dahulu, jika anda termasuk dalam kehamilan dengan tekanan darah tinggi, kelahiran premature pada kehamilan sebelumnya,IUGR (intra uterine growth retardation) bayi tidak berkembang sesuai harapan, atau kehamilan dengan keadaan lain seperti penyakit jantung, paru, tiroid dll.

(c) Dr.Suririnah - www.infoibu.com

Diare Mendadak dan Penanganannya

Diare Mendadak dan Penanganannya
www.infoibu.com


Penyakit diare atau berak mencret merupakan salah satu penyakit yang sering mengenai bayi dan balita. Apa itu diare? Apa saja yang sebaiknya dilakukan? Apa sajakah penyebab diare? Dapatkah diare ini dicegah? Bagaimana penanganan diare yang sebaiknya?

Apa itu Diare?

Jika bayi atau anak anda tiba-tiba mengalami perubahan dalam buang air besar dari biasanya, baik frekuensi / jumlah buang air yang menjadi sering dan keluar dalam konsistensi cair daripada padat, maka itu adalah diare.

Seorang bayi baru lahir umumnya akan buang air besar sampai lebih dari sepuluh kali sehari, dan bayi yang lebih besar akan mempunyai waktu buang air masing-masing, ada yang sehari 2-3 kali sehari atau ada yang hanya 2 kali seminggu saja. Dengan kata lain anda harus mengetahui apa yang NORMAL buat bayi atau anak anda dari kebiasaan buang air besar mereka.

Penyebab diare :

* Virus (penyebab diare tersering – dan umumnya karena Rotavirus) gejala : Berak-berak air (watery), berbusa, TIDAK ada darah lendir, berbau asam.
* GE ( flu perut) terbanyak karena virus.
* Bakteri - Berak2 dengan darah/lendir , sakit perut. ----Memerlukan antibioka sebagai terapi pengobatan.
* Parasite(Giardiasis) - Berak darah+/- dan lendir, sakit perut.------perlu antiparasite
* Anak sedang terapi dengan pemakaian antibiotilka – Bila diare terjadi saat anak sedang dalam pengobatan antibiotika, maka hubungi dokter anda.
* Alergi susu,- diare biasanya timbul beberapa menit atau jam setelah minum susu tersebut , biasanya pada alergi susu sapi dan produk-produk yang terbuat dari susu sapi.
* Infeksi dari bakteri atau virus yang menyertai penyakit lain ; misalnya infeksi saluran kencing, infeksi telinga, campak dll.

Gejala Diare Akut ( Diare Mendadak) :

Penyebab diare akut ( diare mendadak) tersering adalah karena VIRUS , khas berak-berak air (watery), berbusa, TIDAK ada darah atau lendir, dan berbau asam.

Penularan penyakit diare adalah kontak dengan tinja yang terinfeksi secara langsung, seperti :

- Makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi, baik yang sudah dicemari oleh serangga atau kontaminasi oleh tangan yang kotor.

- Bermain dengan mainan yang terkontaminasi, apalagi pada bayi sering memasukan tangan/ mainan / apapun kedalam mulut. Karena virus ini dapat bertahan dipermukaan udara sampai beberapa hari.

- Pengunaan sumber air yang sudah tercemar dan tidak memasak air dengan benar

- Pencucian dan pemakaian botol susu yang tidak bersih.

- Tidak mencuci tangan dengan bersih setelah selesai buang air besar atau membersihkan tinja anak yang terinfeksi, sehingga mengkontaminasi perabotan dan alat-alat yang dipegang.

Pengobatan Diare

Karena penyebab Diare akut / diare mendadak tersering adalah Virus, maka TIDAK ada pengobatan yang dapat menyembuhkan, karena biasanya akan sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari. Maka pengobatan diare ini ditujukan untuk mengobati gejala yang ada dan mencegah terjadinya dehidrasi atau kurang cairan.

Diare akut dapat disembuhkan HANYA dengan meneruskan pemberian makanan seperti biasa dan minuman / cairan yang cukup saja.

Yang perlu diingat pengobatan BUKAN memberi obat untuk mengHENTIKAN diare, karena diare sendiri adalah suatu mekanisme pertahanan tubuh untuk mengeluarkan kontaminasi makanan dari usus. Mencoba menghentikan diare dengan obat seperti menyumbat saluran pipa yang akan keluar dan menyebabkan aliran balik dan akan memperburuk saluran tersebut.

Oleh karena proses diare ini adalah mekanisme pertahanan dari tubuh, akan sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari - ( 14 hari) dimana diare makin berisi - dari air ( watery) mulai berampas, berkurang frekuensi nya dan sembuh.

Yang terpenting pada diare adalah mencegah dan mengatasi gejala dehidrasi.

Yang terpenting diperhatikan pada kasus diare mendadak ini adalah:

* Ingat menHENTIkan diare virus dengan obat bukanlah jalan terbaik. Tetapi jangan menjadi bingung bila diare tetap ada sampai beberapa hari. Karena biasanya berlangsung beberapa hari-14 hari. Dan sembuh. Tergantung dari keadaan kesehatan anak dan banyaknya cairan yang masuk.
* Pengatasan diare adalah dengan memperhatikan adanya tanda-tanda DEHIDRASI
* Penanganan Yang terbaik adalah tetap memberikan makanan dan minum (ASI) seperti BIASA. Bila sudah disertai muntah, untuk pengantian cairan anda dapat memberikan pedialyte ( oralit unutk anak2 dengan beberapa rasa). Kurangi makanan yang mengandung terlalu banyak GULA. Ingat memang tidak mudah memberikan anak cairan yang agak terasa asin ini, bahkan beberapa anak akan menolaknya. Tapi bersabarlah dan tetap berusaha mencari jalan supaya anak dapat meminum cairan ini.
* Dan yang paling terpenting adalah Membuat anak kembali kemakanan padatnya ( dan / atau susu formulanya/ASI) karena ini adalah yang TERBAIK untuk mengobati diarenya. Karena sel2 usus yang dirusak oleh virus memerlukan NUTRISI untuk pembentukan kembali. Penelitian menyatakan bahwa pemberian makanan seperti BIASAnya akan memperpendek masa waktu gejala dari diare ini.

Pencegahan Diare:

- Teruskan Pemberian Air Susu Ibu (ASI)

- Perhatikan kebersihan dan gizi yang seimbang untuk pemberian makanan pendamping ASI setelah bayi berusia 4 bulan.

- Karena penularan kontak langsung dari tinja melalui tangan / serangga , maka menjaga kebersihan dengan menjadikan kebiasaan mencuci tangan untuk seluruh anggota keluarga. Cucilah tangan sebelum makan atau menyediakan makanan untuk sikecil.

- Ingat untuk menjaga kebersihan dari makanan atau minuman yang kita makan. Juga kebersihan perabotan makan ataupun alat bermain si kecil.

Hubungi dokter anda, bila:

* Diare disertai Darah -----perlu pengobatan spesifik dengan antibiotika.
* Adanya tanda-tanda DEHIDRASI ( tidak ada air mata ketika menangis, kencing berkurang atau tidak ada kencing dalam 6-8 jam, mulut kering)
* Adanya panas tinggi (.38.5C) yang tidak turun dalam 2 hari.
* Muntah terus menerus - tidak dapat masuk makanan / asi .
* Adanya sakit perut - kolik ----pada bayi akan menangis kuat dan biasanya menekuk kaki, keringatan dan gelisah.

© Dr.Suririnah-www.infoibu.com

Tentang ASI

Tentang ASI

Saat buah hati ibu tumbuh dan berkembang di dalam kandungan, tubuh ibu memberinya antibodi melalui plasenta. Ini memberinya kekebalan pasif yang mampu melindungi janin ibu dari serangan penyakit selama masa kehamilan. Namun, begitu sang buah hati dilahirkan, ia tidak lagi mendapatkan suplai antibodi. Sementara itu sistem kekebalan tubuh pada bayi yang baru lahir belum bekerja secara sempurna. Karena itu, bayi sangat rentan terkena resiko infeksi pada tahun pertama hidupnya.

Menurut Professor Guido Moro dari Macedonis Melloni Maternity Hospital di Milan dua pertiga dari sistem kekebalan tubuh bayi ada di bagian perutnya, sehingga sangatlah penting untuk memperhatikan apa yang ia makan dan minum. Itulah sebabnya mengapa buah hati Ibu yang baru lahir sangat membutuhkan ASI terutama selama 6 bulan pertama kehidupannya.

Sebagai makanan pertama si buah hati, ternyata ASI bukan hanya nutrisi sempurna untuk buah hati dan mendekatkan hubungan emosi antara ibu dan sang bayi, namun sekaligus memberi perlindungan karena ASI bermanfaat memperkuat imunitas alami bayi yang baru lahir.

Begitu banyak manfaat ASI untuk sang buah hati, sepuluh keajaibannya antara lain:

ASI memperkuat sistem kekebalan tubuh. Komponen utama pembangun sistem kekebalan tubuh pada ASI adalah prebiotik
ASI menurunkan terjadinya resiko alergi
ASI menurunkan resiko terjadinya penyakit pada saluran cerna, seperti diare dan meningkatkan kekebalan pada sistem pencernaan
ASI menurunkan resiko gangguan pernafasan, seperti flu dan batuk
ASI kaya akan AA|DHA yang mendukung pertumbuhan kecerdasan anak
ASI mengandung prebiotik alami untuk mendukung pertumbuhan flora usus
ASI memiliki komposisi nutrisi yang tepat dan seimbang (dimana cuma ASI yang memilikinya)
Bayi-bayi yang diberikan ASI menjadi lebih kuat. Menyusui juga menurunkan terjadinya resiko obesitas saat ia tumbuh besar kelak.
Bayi-bayi yang menerima ASI memiliki resiko lebih rendah dari penyakit jantung dan darah tinggi di kemudian hari
Menurut hasil penelitian, menyusui telah terbukti dapat menurunkan resiko kanker payudara, kanker ovarium, dan osteoporosis.

--------------------------------------------------------------------------------

Bila Bayi Muntah-Muntah

Bila Bayi Muntah-Muntah (Posted:2007-09-27 10:07:01)

Selain diare dan dehidrasi, penyakit yang berhubungan dengan makanan dan sering menimpa bayi dan balita adalah muntah-muntah dan sembelit. Pada umumnya, beberapa penyakit tertentu seperti diare, flu dan batuk, juga diiringi gejala muntah-muntah.

Muntah-muntah yang terjadi pada beberapa bulan pertama umumnya adalah sebagai berikut:

a. Gangguan meludah  ini karena bayi menelan susu atau ASI dan udara, sementara udara berada di bawah susu saat berada dalam perut. Ketika perut bayi berkontraksi, udara keluar dari dalam perut dan membawa susu masuk kembali ke kerongkongan. Bisa juga karena bayi baru belajar menyusu, ia mengisap terlalu banyak atau terlalu cepat. Bayi yang dipeluk terlalu keras setelah makan juga terpicu untuk muntah.

Mengatasinya:
• Perlambat pemberian susu. Bila diberi susu formula, beri sedikit saja dengan frekuensi agak sering.
• Sendawakan bayi selama dan setelah pemberian susu. Bila bayi diberi ASI, sendawakan setiap kali akan berpindah ke payudara lainnya.
• Susui bayi dalam posisi tegak lurus, dan bayi tetap tegak lurus selama 20-30 menit setelah disusui.
• Jangan didekap atau diayun-ayun sedikitnya setengah jam setelah menyusu.
• Jika diberi susu botol, pastikan lubang dot tidak terlalu kecil atau terlalu besar.

b. Alergi terhadap susu formula atau alergen dalam ASI  makanan yang dimakan ibu dapat berpengaruh pada bayi, terutama bila ia sangat peka. Tanda-tanda adanya kepekaan terhadap makanan sebaga penyebab kerewelan, sakit perut, serta tingkah laku gelisah, adalah pola yang disebut dengan kolik 24 jam – yaitu rasa sakit yang terjadi maksimum 24 jam setelah ibu mengonsumsi makanan yang dicurigai, tetapi hal itu tidak terjadi lagi sampai ibu mengonsumsi lagi makanan yang sama.

Umumnya makanan yang berpotensi mengganggu dalam ASI adalah produk olahan-berbahan-susu, makanan atau minuman yang mengandung kafein (minuman ringan, cokelat, kopi, teh, dan sebagainya), biji-bijian dan kacang-kacangan (gandum, jagung, kacang tanah, dan lain-lain), makanan pedas, dan makanan yang mengandung gas (brokoli, bawang putih, tauge, cabai hijau, kembang kol, kubis).

c. Gangguan usus atau kemacetan di dalam usus yang membuat susu tidak dapat melintas sehingga kembali ke kerongkongan. Yang paling umum dalam kondisi ini adalah stenosis pylorus. Tanda-tandanya adalah:
• bayi muntah dengan semburan yang sangat kuat dan terjadi terus-menerus
• berat tubuh berkurang atau gagal memperoleh kenaikan berat badan
• terjadi tanda dehidrasi: kulit berkerut, mulut kering, mata kering, dan jumlah popok kotor berkurang
• perut membengkak seperti balon setelah makan dan dikosongkan setelah muntah
• rasa lapar meningkat dan ia bersemangat makan, disusul dengan muntah dan kembali makan dengan bersemangat.

d. Gastroesophagal reflux, atau kondisi di mana isi lambung yang banyak mengandung asam naik kembali ke kerongkongan. Tanda-tandanya adalah:
• bayi sering menangis sangat keras dan sulit dibujuk untuk diam
• sering muntah-muntah, bahkan juga melalui hidung
• menderita rasa sakit di perut, siang, maupun malam
• bangun malam karena sakit
• rewel setelah makan, menarik-narik kaki dan lututnya ke arah dada
• sering bersendawa kering atau tersedak dan cegukan
• air liur keluar secara berlebihan

Perawatan untuk muntah biasanya hampir sama dengan diare, dan sebaiknya segera dibawa ke dokter. Inilah beberapa hal yang dapat dikomunikasikan ke dokter:
• Jelaskan bagaimana muntah dimulai, apakah tiba-tiba atau secara berangsur-angsur.
• Berupa apa muntahan yang terjadi, apakah berwarna jernih, hijau tua, mengental, atau asam? Apakah muntah itu hanya meludah atau disemburkan dengan kuat?
• Berapa sering bayi muntah?
• Berapa banyak muntahan yang dihasilkan setiap kali muntah?
• Apakah ada anggota di rumah yang sakit dengan tanda serupa?
• Apakah perut bayi terluka? Di mana dan berapa banyak? Apakah perutnya kembung seperti balon?
• Apakah bayi menunjukkan tanda-tanda dehidrasi?
• Bagaimana kondisi bayi secara keseluruhan, lemah, tak bertenaga, riang, rewel, dan sebagainya?
• Apakah kondisi bayi semakin baik atau memburuk, atau sama saja?
• Perawatan yang telah coba Anda berikan.
• Adakah gejala penyakit lain, misalnya diare, demam, batuk?

Pada anak-anak balita yang lebih tua ketimbang bayi, muntah-muntah kadang-kadang juga disebabkan oleh keracunan makanan, yang sudah dibahas dalam beberapa edisi sebelumnya.

Hannie Kusuma

7 Hal Penting Buat Ibu Baru

7 Hal Penting Buat Ibu Baru (Posted:2007-10-26 11:29:35)

Melahirkan anak pertama berjuta-juta rasanya. Senang, cemas, bergairah, letih, dan mungkin juga panik, bercampur jadi satu. Siapa tidak senang mempunyai bayi yang diidam-idamkan? Namun, tiadanya pengalaman merawat bayi yang mungil dan masih rentan, tentu juga membuat banyak ibu baru merasa cemas dan gelisah. Dapatkah aku merawatnya dengan baik? Dapatkah aku pulih dari rasa tidak nyaman dan lelah pasca-persalinan ini? Mungkinkah aku bisa membagi waktu antara karier dan anak? Siapa yang bisa membantuku menjaga dan merawat anak ketika aku tidak di rumah, dan serentetan pertanyaan yang belum jelas jawabannya berputar-putar di benak

Transisi menjadi seorang ibu memang tidak selamanya mudah dilewati. Ada orang yang menempuh proses ini dengan santai dan tenang, tapi ada juga yang gelisah dan khawatir bukan main. Semua perasaan itu sebenarnya wajar saja, karena bagaimanapun peran baru memang menimbulkan pertanyaan, sekaligus juga tantangan. Yang perlu dilakukan adalah bagaimana mengubah tantangan itu menjadi peluang, bukan menjadi kendala. Artinya, dengan menjadi seorang ibu, akan bertambah pula pengalaman, keterampilan, dan kebijaksanaan seorang wanita dalam menjalankan roda kehidupannya sehari-hari.

Agar lebih mudah menjalani transisi sebagai seorang ibu, ada beberapa informasi yang sebaiknya diketahui. Di antaranya yang terpenting adalah:

Istirahat yang cukup. Untuk merawat bayi, diperlukan stamina dan tenaga yang berlebih ketimbang dulu. Maka itu, dalam keadaan normal, ibu baru memerlukan masa istirahat selama 4-6 minggu, sampai tubuh berangsur-angsur pulih dari persalinan. Diharapkan, dalam waktu-waktu awal tersebut, selain ada suami yang mendampingi, ada juga supporting family atau orang lain yang membantu mengurus bayi. Demikian pula halnya bila ibu harus kembali bekerja.

Pendarahan atau nifas. Setelah bersalin, adalah hal yang wajar bila ibu baru mengeluarkan darah/nifas selama beberapa hari. Nifas atau istilah medisnya lokia, biasanya berupa cairan berwarna merah gelap dan kental, serta mengandung serpihan-serpihan kantung ketuban (amnion). Pada hari ke-4, cairan ini mulai berubah menjadi kecokelatan dan lebih encer. Seminggu kemudian, warnanya menjadi lebih terang atau kekuningan dan semakin encer, sampai hari ke-21. Umumnya, lokia berlangsung 3-6 minggu. Bila lokia berbau, ada kemungkinan terjadi infeksi, dan ini sebaiknya dikonsultasikan ke dokter kandungan.

Wajar saja bila ibu baru merasa mudah menangis dan mudah letih. Inilah yang sering disebut sebagai baby blues, dan muncul setelah 3-5 hari melahirkan. Penyebabnya, antara lain perubahan kadar hormon yang terjadi dengan cepat serta kekhawatiran yang berlebih pada diri seorang ibu untuk merawat bayinya. Baby blues ringan akan hilang dengan sendirinya dalam hitungan hari atau minggu. Namun yang berat mungkin akan semakin parah dan butuh bantuan psikolog. Pernah dengar kasus baby blues yang menimpa mendiang Putri Diana dan Brooke Shields? Kasus berat bisa saja membuat seorang ibu depresi. Gejalanya adalah ibu merasa tidak mampu merawat bayi, gampang menangis, mudah cemas, hilang nafsu makan, moody, sulit tidur, cepat letih, dan kehilangan hasrat untuk berhubungan intim dengan suami.

Adanya perubahan BAB dan BAK. Setelah proses persalinan, BAB dan BAK mungkin akan terasa sedikit sakit, apalagi bila ada perobekan ketika persalinan. Maka itu, sering dokter menyarankan agar tidak mengejan ketika BAB. Agar proses BAB mudah, dianjurkan agar ibu sering mengonsumsi air putih dan makanan kaya serat supaya tidak sembelit.

Merawat bekas jahitan atau operasi. Anda yang melahirkan dengan cara normal sebaiknya mengupayakan agar daerah sekitar vagina selalu dalam keadaan kering dan bersih. Gantilah pembalut sesering mungkin, dan biarkan luka jahitan terkena udara terbuka untuk beberapa saat setiap harinya. Penyembuhan biasanya memerlukan waktu sampai seminggu. Sementara itu, untuk Anda yang menjalani operasi Caesar, basuhlah luka dengan air hangat setiap kali mandi. Bila sudah kering, bersihkan dengan sabun antiseptik. Di pasaran juga tersedia plester khusus untuk menutup luka operasi.

Terasa gatal pada bekas luka. Banyak ibu bingung mengapa bekas lukanya terasa gatal dan kencang. Hal ini sebenarnya hal yang normal dan menandakan sedang terjadi masa penyembuhan. Gejala ini akan berkurang bila masa haid tiba.

Menyusui mempercepat rahim pulih dan menunda masa haid. Bila Anda menyusui, jangan heran bila Anda belum juga memperoleh haid. Menyusui memang merupakan kontrasepsi alamiah karena haid akan tertunda. Selain itu, menyusui juga membuat rahim akan cepat pulih – ditandai dengan rasa kencang ketika bayi mengisap ASI.

mengatasi Baby Blues

mengatasi Baby Blues (Posted:2007-10-26 11:32:54)

Baby blues, atau tekanan yang menghinggapi para ibu pasca-persalinan 3-4 hari, adalah salah satu hal yang umumnya diderita para ibu baru. Inilah istilah yang menjelaskan mengapa Anda secara mendadak meneteskan air mata ketika sedang menggendong atau menyusui bayi.


Setelah beberapa minggu menjadi orangtua, berbagai hal memang tampak berbeda. Kepercayaan diri misalnya, dulu begitu tinggi. Namun, dengan seorang bayi mungil di tangan Anda, bisa jadi pede itu memudar. Bayi yang begitu lemah dan rentan membuat Anda ragu, mungkinkah dapat merawatnya dengan baik? Sebagai seorang pribadi, Anda yang telah melahirkan merasa begitu letih, mungkin juga kehilangan banyak darah, namun tampaknya sang bayi tak juga mau bekerjasama. Teorinya ia akan tidur selama 17-20 jam sehari, namun Anda merasa setiap menit mendengar tangisannya. Baru saja Anda berbaring dan memejamkan mata, bayi kembali menangis. Pada saat menyusui, ASI sepertinya tidak cukup atau keluar tapi tidak lancar. Bahkan, karena puting Anda lecet, setiap menyusui rasanya sakit sekali. Lalu, kamar bayi yang sudah dipersiapkan sedemikian rupa, sepertinya sempit dan terlalu pengap dan panas. Pengasuh anak yang dibilang senior, ternyata kok canggung dan mengecewakan. Semua serbasusah. Belum lagi kalau Anda merasa suami tidak ikut membantu, aduh, dunia sepertinya begitu kejam.

Rentetan peristiwa di atas bisa terjadi dalam kehidupan seorang ibu yang baru melahirkan. Sedihnya, peristiwanya mungkin terulang dalam beberapa hari, bisa jadi sampai sebulan. Tidak heran betapa berat blues yang diderita para ibu. Bahkan, menurut Dr. William Sears, penulis buku The Baby Book, 50-75 persen dari semua ibu merasakan sejumlah tingkat baby blues (dan dokter ini yakin jumlahnya akan meningkat menjadi 100 persen bila pria yang melahirkan dan menyusui bayi). Di samping merasa kesal, sekitar 10-20 persen ibu berada dalam keadaan depresi setelah melahirkan. Hal ini dibuktikan dengan perasaan gelisah, sulit tidur, takut, lesu, menangis, merasa masalahnya paling berat, dan kadang-kadang bersikap negatif terhadap suami dan bayi. Sedihnya lagi, banyak suami yang komentarnya seperti ini: “Manja amat sih kamu, bukannya setiap wanita lain di dunia ini juga melahirkan dan menyusui. Kok kamu merasa berat banget, bukannya itu lumrah?”

Padahal, baby blues ataupun depresi setelah melahirkan merupakan hal yang wajar, isyarat bahwa tubuh seseorang sudah melewati batas kemampuan fisik, mental, dan emosi untuk menyesuaikan semua perubahan yang terjadi. Ini bukanlah kelemahan, hanya saja kapasitas tubuh terlampau lemah untuk penyesuaian, terutama karena energi habis untuk persalinan dan perawatan bayi, serta berubahnya hormon di dalam tubuh.

Kabar baiknya adalah, baby blue dapat ditangani atau dikurangi, yaitu dengan:

Mengundang anggota keluarga untuk ikut membantu. Dalam hal ini, orangtua baru perlu menyadari bahwa ibu membutuhkan waktu untuk beristirahat. Karena itu, dukungan dari seluruh anggota keluarga sangat dibutuhkan. Nenek si bayi, bibinya, ataupun anggota keluarga besar yang lain, boleh diundang bila bersedia membantu. Demikian pula halnya dengan pengasuh bayi ataupun orang yang akan mengurus rumahtangga. Semua tenaga bantuan ini sangat berguna agar ibu dapat memulihkan kembali kondisinya pasca-persalinan. Perlu diingat, bila kehadiran anggota keluarga malah mengganggu karena jadi merepotkan, sebaiknya pertimbangkan kembali undangan itu.

Utamakan hal yang menjadi prioritas. Kadang-kadang, hanya merawat dan mengasuh bayi menjadi seseorang yang terbiasa bekerja di kantor atau di tempat lain menjadi minder dan tidak berarti. Boleh jadi ada orang yang ingin segera mengakhiri masa cuti, atau orang yang ingin segera melakukan sesuatu hal yang lain. Sebenarnya, bila Anda merasa bahwa mengasuh seorang manusia baru adalah pekerjaan terpenting di dunia, maka Anda akan merasa lebih baik. Maka itulah, mengasuh dan merawat anak sebaiknya menjadi prioritas dan hal lain tidak menjadi beban pikiran, kecuali bila keadaan memang membuat Anda harus memprioritaskan hal lain.

Pergilah berjalan-jalan. Baby blues adapat dikurangi dengan melihat alam sekitar, tidak hanya terkurung empat dinding saja. Menjadi ibu baru tidak membuat Anda menandatangani kontrak sebagai penghuni ‘gua’. Ajaklah bayi beserta Anda, dan cobalah hirup udara taman yang segar serta suara-suara alam yang menenangkan, paling tidak sehari dalam seminggu.

Cobalah terapi kelompok. Banyak lagi pasien baby blues di dunia ini. Hubungilah dokter Anda, tanyakan klinik yang memberikan terapi untuk mengurangi rasa depresi ini. Berbagi pengalaman dengan orang lain membuat Anda sadar bahwa orang paling malang sedunia itu bukan Anda.

Makan dengan baik. Jangan sampai seorang ibu baru kehabisan energi karena dia tidak memerhatikan makanan yang masuk ke dalam tubuhnya. Nutrisi yang tidak cukup bakal menyebabkan lebih banyak depresi.

Tetap merawat diri dengan baik. Punya bayi memang membuat ‘me time’ atau waktu untuk diri sendiri berkurang, namun usahakan untuk selalu tetap memilikinya sejenak saja. Pergunakan waktu yang berharga itu untuk mandi dan merawat diri, menyisir, atau bahkan menikmati pijat aromaterapi serta senam untuk mengembalikan kekencangan tubuh. Intinya, carilah cara untuk menyenangkan diri sendiri, selain merawat bayi Anda, dan mintalah pengertia suami dan anggota keluarga yang lain untuk hal ini.

Tuliskan bila sempat. Segala perasaan setelah melahirkan bisa dituliskan dalam buku harian Anda, sehingga dapat dibandingkan bagaimana perasaan Anda seminggu atau sebulan yang lalu, dengan perasaan Anda harini. Menulis akan membuat tugas merawat bayi menjadi lebih menyenangkan karena Anda dapat merekam kembali momen-momen penting dalam hidup Anda ketika Anda senang, sedih, tertekan, dan bahagia bersama si buah hati.

Pergilah ke psikiater atau psikolog. Bila depresi tak juga berkurang, boleh jadi Anda membutuhkan bantuan ahli. Jangan ragu untuk meminta pertolongannya, sebelum depresi terlanjur parah. (HANNIE KUSUMA)

Bayi Indonesia Rentan Penyakit

Bayi Indonesia Rentan Penyakit

JAKARTA, (PR).-
Ketua Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia, Prof. Dr. dr. Sri Rezeki Hadinegoro SpA(K) mengatakan, hingga saat ini bayi masih sangat rentan terhadap risiko terjangkitnya bermacam penyakit. Karena itu, untuk mencegah dari penyakit yang berbahaya, maka imunisasi terhadap bayi harus selalu diperhatikan dan jangan sampai terlambat.

"Sebagai usaha pencegahan dari terjangkitnya bayi dari penyakit yang berbahaya, sejak tahun 1977 pemerintah Indonesia mencanangkan program imunisasi untuk setiap bayi di Indonesia," ungkapnya ketika menjelaskan produk inovasi terbaru vaksin kombinasi DPaT/Hib untuk bayi, di Hotel Borobudur, Jakarta, baru-baru ini.

Produk berupa Vaksin DPaT/Hib pertama di Indonesia ini bermerek dagang Infanrix/Hib dan diperkenalkan ke media pada acara media briefing serta jumpa pers mengenai "Vaksin Kombinasi DPaT/Hib: Tren Global Vaksinasi".

Sri Rezeki menjelaskan, saat ini pemerintah menetapkan lima jenis vaksin yang wajib diberikan kepada bayi di Indonesia. Lima jenis vaksin yang digunakan untuk mencegah tujuh penyakit ini masuk Program Pengembangan Imunisasi (PPI).

Sementara itu, seiring dengan globalisasi serta untuk mencegah penyakit-penyakit yang spesifik sesuai dengan keadaan suatu negara, pemerintah juga melaksanakan program vaksin anjuran, yaitu vaksin MMR, Tifus, Cacar air, Hepatitis A dan Haemophylus Influenzae tipe B (Hib).

"Hal ini berarti meningkatkan jumlah vaksin yang diberikan kepada bayi. Melihat banyaknya jumlah vaksin yang harus diberikan, sering menimbulkan kendala yang menghalangi orangtua memberikan vaksin untuk bayinya," katanya.

Menurut dia, seringnya kesakitan yang dialami oleh bayi karena suntikan serta banyaknya jumlah kunjungan ke dokter adalah kendala yang memengaruhi tingkat kepatuhan orang tua memberikan vaksin untuk anaknya. Belum lagi kendala lainnya.

Karena itu, dengan kemajuan teknologi ternyata membantu meminimalkan kendala tersebut yaitu dengan berhasilnya diciptakan vaksin kombinasi. Saat ini GlaxoSmithKline meluncurkan produk vaksin DPaT/Hib atau dikenal dengan nama Infanrix/Hib.

Minim efek samping

Menurut Dr. Rajendra Hendrajid, Clinical Research Manager Glaxo Smith Kline, Infanrix /Hib adalah vaksin DPaT/Hib pertama di Indonesia, yaitu vaksin DPT/Hib dengan efek samping yang minim - seperti demam, kemerahan di bekas suntikan, dan bengkak - sehingga nyaman bagi bayi dan orang tua.

Vaksin DPT adalah vaksin kombinasi yang paling tua. Vaksin ini memang yang paling baik dikombinasikan dengan vaksin lain, seperti dengan Hib. Vaksin kombinasi DPT/Hib yang ada sebelumnya cukup ampuh dalam memberi perlindungan bayi terhadap penyakit Difteri, Pertusis, Tetanus dan penyakit akibat bakteri Haemophilus Influenzae type B (Hib)," tuturnya.

Namun, kata Sri, dalam praktik di lapangan vaksin DPT konvensional memiliki efek samping sebagai gejala ikutannya seperti demam yang tinggi, bengkak dan nyeri di sekitar suntikan. Sehingga sering menjadi kendala bagi dokter dan orang tua," tuturnya.

Anita, seorang ibu rumah tangga dengan 2 orang anak (usia 3 tahun dan 6 bulan) mengungkapkan, anak keduanya telah mendapatkan vaksinasi DPaT dan Hib secara bersama-sama, dan menggunakan vaksin Infanrix/Hib.

"Dan ternyata anak saya tidak mengalami demam setelah disuntik, tidak seperti anak kedua saya. Saya sangat senang," ujar Anita seraya menyarankan para orang tua menggunakan vaksin kombinasi ini. "Kalau diperhitungkan, vaksin kombinasi ini sangat menguntungkan karena menghemat waktu, biaya untuk dokter maupun transportasi dan yang terpenting bayi juga lebih nyaman karena tidak perlu berulangkali di suntik," ujarnya.

Menurut Prof. Sri Rezeki, vaksin kombinasi merupakan salah satu langkah penting dalam mengontrol pemberian vaksin pada bayi sehingga membantu meningkatkan angka cakupan imunisasi - dalam usaha pencegahan penyakit-penyakit berbahaya.

Semula vaksin Infanrix dan Hiberix diberikan masing-masing tiga kali. Dengan demikian balita akan mendapatkan 6 kali suntikan imunisasi, masing-masing 3 kali imunisasi DPT dan 3 kali imunisasi Hib.

Dengan adanya vaksin kombinasi Infanrix/Hib, maka balita hanya akan mendapatkan tiga kali imunisasi. Vaksin Infanrix & Hib ini telah diformulasikan untuk dapat digunakan dalam satu kali penyuntikan dengan dosis 0.5 ml untuk tiga batasan usia 2-3 bulan, 3-5 bulan dan 4-6 bulan. (A-78)***

Air Susu Ibu: Terbaik untuk Bayi dan Ibu

Air susu ibu adalah makanan yang terbaik untuk bayi Anda. Walaupun menyusui
itu mudah setelah Anda sudah biasa, mungkin memakan waktu beberapa minggu
sebelum dapat dilakukan dengan baik. Kebanyakan masalah menyusui dapat
diatasi.
Mengapa harus menyusui?
Terbaik untuk bayi: Air susu ibu (ASI) adalah makanan yang sempurna bagi bayi
manusia dan berisi segala nutrien yang diperlukan untuk tumbuh dan berkembang
selama sekurang-kurangnya enam bulan pertama. Selain mudah dicerna, ASI
membantu melindungi bayi dari masalah seperti infeksi dada, demam, sakit
telinga, diare dan muntah-muntah, dan mengurangi risiko alergi. ASI juga berubah
supaya sesuai dengan tiap tahap pertumbuhan bayi. Menyusui itu juga mudah –
suhu susu selalu benar, tidak ‘busuk’ dan cuma-cuma.
Terbaik untuk ibu: Menyusui dapat membantu wanita mengurangi berat badan
tambahan yang diperoleh sewaktu hamil, dan membantu rahim kembali ke ukuran
normal dengan lebih cepat. Menyusui melindungi wanita dari kanker payudara
kelak. Menyusui juga dapat mengurangi risiko patah tulang pinggul dan kanker
ovari kelak.
National Health and Medical Research Council (Dewan Penelitian Kesehatan dan
Medis Nasional – NHMRC) Australia menganjurkan agar wanita harus
memberikan ASI saja kepada bayi selama sekitar enam bulan. Menyusui harus
dilengkapi dengan makanan yang sesuai dan disediakan secara bersih, dari usia 6
bulan. NHMRC juga menganjurkan agar tetap menyusui sampai usia 12 bulan,
atau lebih lama lagi. Manfaat yang dapat diperoleh dari menyusui mungkin
berkelanjutan selama dua tahun dan selanjutnya.
Jika Anda kurang yakin tentang menyusui, paling tidak harus Anda coba.
Beberapa minggu saja pun akan memberikan perlindungan tertentu bagi bayi
Anda pada hari-hari pertama.
Belajar Menyusui
Menyusui itu mudah setelah Anda sudah biasa. Namun, menyusui mungkin
memakan waktu beberapa minggu untuk dilakukan dengan baik. Cobalah belajar
tentang menyusui sewaktu Anda hamil. Kelas menyusui tersedia di rumah sakit
dan pusat kesehatan masyarakat.
Manfaatkan waktu di rumah sakit setelah bayi lahir untuk mempelajari tentang
menyusui. Banyak masalah menyusui dapat diatasi dengan bantuan dan
dukungan.
Pertanyaan umum tentang menyusui
Apakah ukuran payudara dapat mempengaruhi kemampuan saya untuk
menyusui?
Tidak, ukuran payudara tidak ada pengaruhnya.
Berapa sering harus saya menyusui bayi?
Anda boleh menyusui bayi berapa sering diinginkan si bayi. Dengan cara ini, bayi
dapat menentukan nafsu makan sendiri.
Apakah bayi saya minum cukup susu?
Bayi Anda minum cukup susu jika:
• Membasahi enam sampai delapan lampin tiap 24 jam
• Puas hati
• Berat badannya bertambah.
Jangan khawatir jika berat badan bayi Anda menurun pada beberapa hari pertama
– hal ini biasa bagi kebanyakan bayi.
Jika Anda khawatir tentang berat badan bayi Anda atau bayi Anda kurang tenang,
bicaralah dengan Perawat Kesehatan Anak dan Keluarga Anda sebelum
memberikan susu atau makanan lain.
Bagaimana dapat saya tambah jumlah susu saya?
Anda dapat menambah susu Anda dengan menyusui dengan lebih sering atau
lebih lama, atau keduanya. Ingatlah – lebih banyak bayi mengisap, lebih banyak
susu yang dihasilkan. Kelelahan dan stres dapat mempengaruhi jumlah susu
Anda, jadi cobalah beristirahat dan makan dengan sehat. Mintalah bantuan dari
teman atau saudara untuk memasak dan melakukan tugas rumah. Anda juga
dapat menambah jumlah susu dengan makan makanan yang berkhasiat dan
cukup minum supaya tidak haus.
Apakah saya harus membantu bayi saya sendawa sewaktu menyusui?
Membantu bayi sendawa tidak selalu perlu dan tidak semua bayi sendawa setelah
tiap kali makan. Jika Anda ingin membantu bayi untuk sendawa, peganglah bayi
tegak pada dada Anda (tidak tertelungkup). Tepuklah punggungnya dengan halus.
Bagaimana harus saya pelihara payudara sewaktu menyusui?
Bersihkan payudara dengan air saja. Sabun dapat mengeringkan pentil dan
areola. Kelembaban juga dapat menyebabkan pentil sakit. Pakailah pakaian
longgar dan pembalut yang kering (tidak tahan air) dalam kutang Anda.
Membubuh sedikit ASI pada pentil dan membiarkannya kering setelah tiap
penyusuan, dapat membantu.
Apakah saya dapat menyusui dan masih bekerja?
Anda dapat menyusui walaupun kembali bekerja setelah melahirkan. Dengan
mengeluarkan ASI Anda sebelum berpisah dengan bayi, Anda dapat memastikan
agar suplai susu Anda berkelanjutan. ASI yang dikeluarkan dapat diberikan
kepada bayi Anda sewaktu Anda sedang berada di tempat kerja. Susu Anda dapat
dikeluarkan ke dalam pembungkus plastik yang steril dan disimpan di kulkas
selama dua hari atau di alat pembeku selama dua minggu.
Memulai
Sebelum melahirkan, beri tahulah staf rumah sakit bahwa Anda ingin coba
menyusui secepat mungkin setelah melahirkan – sebaiknya dalam waktu 60 menit
setelah melahirkan, sewaktu bayi sadar.
Pada mulanya, payudara Anda menghasilkan susu pertama yang dikenal sebagai
kolostrum, yang bening atau kekuningan. Cairan ini mungkin tidak menyerupai
susu dan jumlahnya mungkin kecil, tetapi kaya dengan nutrien dan antibodi yang
diperlukan oleh bayi Anda untuk membantu mengatasi infeksi. Menjelang hari
ketiga atau keempat, susu menjadi makin pekat dan putih, dan jumlahnya
bertambah. Jika bayi tampaknya kurang enak dan ‘susah’ dengan payudara pada
tahap ini, ia cuma sedang menyesuaikan diri dengan jumlah susu yang berlainan.
Susuilah dalam posisi yang nyaman. Misalnya, berbaring ke tepi atau duduk
dengan bantal untuk mendukung punggung dan tangan.
Pastikan agar bayi Anda ditempatkan dan bersentuhan secara benar untuk
menyusui, dengan:
• Memusingkan tubuh bayi Anda ke arah Anda supaya dadanya
berhadapan dengan dada Anda. Peganglah dengan dekat. Leher dan
bahu didukung dengan tangan Anda sepanjang punggung. Bawalah bayi
ke payudara dan bukannya menggerakkan seluruh tubuh payudara Anda
ke arah bayi.
• Sentuh mulut bayi Anda secara halus dengan pentil Anda untuk
mendorongnya membuka mulut sebesar mungkin. Lidahnya harus ke
bawah dan depan dalam mulutnya.
• Bawalah mulutnya ke payudara Anda, dan pastikan agar pentil dan
areola (bagian berwarna sekitar pentil) Anda masuk dalam mulut bayi
dengan benar. Bibirnya akan tampaknya terbuka (tidak menggulung ke
dalam mulut) dan dagunya akan menyentuh payudara Anda. Ini berarti
bahwa hidungnya tidak menyentuh payudara supaya ia dapat bernapas.
• Jika rasanya kurang enak, mungkin sekali Anda tidak menyusui dengan
benar, jadi cobalah lagi. Tidak apa-apa jika Anda meminta bantuan.
Seharusnya tidak sakit apabila bayi Anda menyusu dengan benar. Jika
bayi Anda menyusu dengan baik, tidak ada bunyi ceklek.
• Biarkan bayi mengisap selama ia mau pada sebelah payudara,
kemudian berikan sebelah lagi.
• Berilah sebelah payudara yang satu lagi saat mulai penyusuan
selanjutnya.
• Untuk mengangkat bayi dari payudara, masukkan jari Anda ke sudut
mulutnya secara halus supaya tidak terisap lagi.
Masalah menyusui
Payudara bengkak
Sewaktu Anda mulai menghasilkan susu, payudara Anda akan terasa penuh
sekali. Ini mungkin kurang enak dan mengakibatkan sulit untuk bayi yang
menyusu. Menyusui dengan lebih sering akan membantu, di samping mengurut
secara halus dan melunakkan payudara dengan mengeluarkan sedikit susu
sebelum menyusui (memeras susu dari areola secara halus dengan tangan).
Mengenakan pembalut dingin setelah menyusui juga dapat membantu.
Pentil sakit
Adalah normal jika pentil Anda terasa sensitif pada beberapa hari pertama
menyusui. Jika kesakitan terjadi selama lebih dari 20 detik, mintalah bantuan.
Jika pentil lepuh atau retak, atau sakit untuk menyusui, ini berarti bahwa bayi
Anda tidak mengisap dengan benar. Mintalah bantuan.
Salur Tersumbat dan Radang Payudara
Gejala yang menyerupai flu (terasa kurang sehat, tubuh sakit, demam) dan
payudara yang keras, sakit atau merah adalah petanda bahwa Anda mungkin
menderita radang payudara. Penting untuk terus menyusui, terutama pada
sebelah payudara yang berkenaan, karena ini akan membantu menyalir susu
yang menimbulkan masalah ini. Jika bayi Anda tidak ingin menyusu, peraslah
dengan tangan atau gunakan pompa payudara untuk menyalir susu dari
payudara. Setelah menyusui beberapa kali, harus mendingan. Jika tidak ada
perbaikan setelah menyusui beberapa kali atau makin parah, Anda memerlukan
antibiotik dengan resep dari dokter. Flukloksasilin, Sefaleksin atau Eritromisin
adalah antibiotik yang sedang dianjurkan selama sepuluh hari. Obat ini aman
diminum sewaktu menyusui.

Tanda Dan gejala awal kehamilan: Hal-hal yang mungkin anda alami sebelum anda mulai perawatan prenatal


Apakah anda hamil? Bukti yang sesungguhnya dapat dilihat pada tes kehamilan. Tapi anda bisa menduga – atau berharap – bahwa anda hamil, bahkan sebelum anda terlambat menstruasi, bila anda mengalami satu atau lebih tanda Dan gejala kehamilan. Berikut adalah tanda-tanda yang dapat dilihat pada minggu-minggu pertama setelah anda mulai hamil.

Payudara atau putting yang nyeri, bengkak
Salah satu perubahan fisik yang dialami saat kehamilan adalah perubahan pada payudara. Payudara anda akan terasa berat, sakit atau nyeri bila dipegang. Atau bisa juga terasa lebih penuh Dan lebih berat. Pada dua minggu pertama setelah kehamilan dimulai, payudara anda mulai membesar Dan berubah sebagai persiapan untuk memproduksi susu. Penyebab utama dari perubahan ini adalah meningkatnya produksi hormon esterogen Dan progesteron. Perubahan pada payudara anda akan terlihat lebih jelas apabila anda baru pertama kali hamil.

Kelelahan yang sangat
Banyak perempuan yang merasa kehabisan tenaga selama kehamilan, terutama pada masa-masa awal. Hal ini mungkin merupakan cara alami untuk membujuk para calon ibu untuk mengambil waktu lebih untuk tidur, dalam rangka persiapan untuk malam-malam dimana dia tidak bisa tidur di masa yang akan datang. Akan tetapi Ada juga alasan fisik untuk kelelahan ini.
Pada minggu-minggu pertama masa kehamilan, tubuh anda bekerja dengan sangat keras – memompa hormon Dan memproduksi lebih banyak darah untuk membawa nutrisi bagi janin anda. Untuk mengakomodasi meningkatnya aliran darah ini, jantung anda memompa lebih keras Dan lebih cepat. Ditambah, hormon progesteron yang merupakan depresan alami bagi sistem syaraf pusat, sehingga adanya hormon ini dalam jumlah yang banyak menyebabkan anda merasa mengantuk. Sebagai tambahahan, adanya kemungkinan hamil dapat menyebabkan timbulnya perasaan khawatir yang dapat menyerap energi anda Dan menyebabkan susah tidur.
Flek darah atau nyeri perut
Ada yang mengalami flek atau sedikit pendarahan pada saat awal kehamilan, sekitar 10 atau 14 Hari setelah pembuahan. Dikenal sebagai pendarahan karena implantasi, yang terjadi bila sel telur yang telah dibuahi menempelkan dirinya pada dinding uterus. Pendarahan seperti ini biasanya terjadi lebih awal, lebih sedikit Dan warnanya lebih terang daripada darah yang biasa keluar pada saat haid, Dan terjadinya hanya sebentar.

Ada juga yang mengalami nyeri atau kram perut pada awal-awal kehamilannya saat rahim mulai membesar. Rasa nyeri ini persis seperti rasa sakit pada saat haid.

Mual dengan atau tanpa muntah
Mual pada pagi Hari adalah tanda-tanda klasik pada awal kehamilan. Kebanyakan rasa mual mulai terasa sekitar minggu keempat sampai kedelapan kehamilan, tapi muntah-muntah bisa dimulai pada dua minggu pertama setelah kehamilan.

Meskipun mual Dan muntah selama masa kehamilan biasa dikenal dengan nama morning sickness – muntah di pagi Hari, akan tetapi pada kenyataannya bisa terjadi kapan saja. Kelihatannya hal ini terjadi karena peningkatan drastis kadar esterogen yang diproduksi oleh plasenta Dan janin. Hormon ini menyebabkan pengosongan usus berjalan lebih lambat, yang bisa jadi mengakibatkan terjadinya masalah ini. Ibu hamil juga dikenal lebih sensitif terhadap bau, sehingga berbagai macam bau – seperti bau masakan, kopi, parfum atau bau ASAP rokok – dapat memicu terjadinya rasa mual.

Tidak suka atau ingin makan satu makanan tertentu
Memalingkan hidung anda dari suatu makanan tertentu biasanya merupakan tanda-tanda awal bahwa anda sedang hamil. Bahkan bau makanan tertentu bisa menyebabkan rasa mual di awal kehamilan. Satu studi mengatakan bahwa ibu hamil biasanya tidak suka pada bau kopi di minggu-minggu awal kehamilannya. Daging, produk yang mengandung susu Dan makanan berbumbu tajam adalah objek yang biasanya paling tidak disukai pada saat kehamilan.

Ngidam satu makanan tertentu juga biasa terjadi. Seperti juga gejala kehamilan yang lain, keinginan untuk makan makanan tertentu ini bisa diakibatkan oleh perubahan hormon. Ibu hamil biasanya mengalami perubahan selera makan, terutama pada semester pertama, saat akibat dari perubahan hormon masih sangat kuat.

Sering buang air kecil
Banyak ibu hamil yang merasakan bahwa mereka jadi lebih sering pergi ke kamar kecil daripada biasanya. Pada trimester pertama kehamilan, hal ini disebabkan karena rahim yang membesar menekan ke arah kandung kemih anda.

Sakit kepala
Bila anda hamil, anda mungkin akan terganggu dengan seringnya anda mengalami sakit kepala ringan. Pada masa awal kehamilan, sakit kepala mungkin disebabkan oleh meningkatnya sirkulasi darah yang disebabkan oleh adanya perubahan hormon.

Konstipasi
Konstipasi atau susah buang air besar adalah salah indikator awal terjadinya kehamilan. Peningkatan jumlah hormon progesteron menyebabkan proses pencernaan berjalan lambat, sehingga makanan lebih lambat bisa masuk ke saluran pencernaan, yang bisa menyebabkan terjadinya konstipasi.

Perubahaan suasana hati
Anda bukan jenis perempuan yang sensitif – jadi mengapa bisa menangis melihat iklan Hallmark? Membanjirnya jumlah hormon dalam tubuh anda di masa awal kehamilan bisa membuat anda luar biasa emosional Dan cengeng. Perubahan suasana hati ini, dari gembira menjadi sedih, juga biasa terjadi, terutama pada trimester pertama.

Merasa pusing Dan melayang
Merasa pusing Dan melayang biasa terjadi pada ibu hamil. Sensasi ini biasanya adalah akibat dari perubahan sirkulasi saat pembuluh darah dalam tubuh anda membesar Dan tekanan darah anda menurun. Pada awal kehamilan, rasa pusing ini juga bisa disebabkan oleh rendahnya gula darah.

Suhu basal tubuh meningkat
Suhu basal tubuh anda adalah temperatur yang diambil secara oral pada saat anda pertama kali bangun di pagi Hari. Temperatur ini akan sedikit meningkat setelah masa ovulasi Dan menetap pada level tersebut sampai anda mendapatkan haid berikutnya. Apabila anda sering mencatat suhu basal tubuh anda untuk menentukan kapan anda mengalami ovulasi, anda akan melihat bahwa peningkatan selama leibh dari dua minggu berarti anda mengalami kehamilan. Pada kenyataannya, suhu basal tubuh akan tetap tinggi selama masa kehamilan anda.

Apakah anda sungguh-sungguh hamil?
Sayangnya tanda dan gejala awal di atas tidak hanya dikhususkan untuk menandakan adanya kehamilan. Ada beberapa yang menandakan bahwa anda sedang sakit atau periode haid anda akan segera dimulai.Dan, sebaliknya, anda bisa saja hamil tanpa mengalami gejala-gejala seperti di atas.

Akan tetapi, alangkah baiknya bila anda melihat salah satu dari tanda-tanda yang ada pada daftar di atas, segera lakukan tes kehamilan di rumah, terutama bila anda tidak mencatat siklus haid anda atau bila siklus anda selalu bergeser jauh dari satu bulan ke bulan berikutnya. Juga jangan lupa untuk menjaga diri anda baik-baik. Siapa tahu anda benar-benar sedang berbadan dua.

Kebiasaan Menghisap Jari

Wajar, kok, bayi mengisap jari karena hal itu memang kebutuhannya. Justru menunjukkan si bayi sehat dan normal.

Setiap bayi pasti akan mengisap jari. Terlebih pada bayi baru lahir hingga usia 3 bulan,mengisap jari acap kali dilakukan. Hal ini menunjukkan si bayi dalam keadaan sehat dan normal, karena refleks isap memang sudah seharusnya dimiliki bayi sejak lahir. Itulah mengapa, bila bayi mau menyusu, puting susu ibu tak perlu dipaksa dimasukkan ke mulut bayi. Cukup pipinya digeser-geser dengan puting, maka bayi akan mencari arah puting.

Namun tak berarti semua bayi memiliki refleks isap yang baik, lo. Seperti dikatakan Prof. Dr. dr. Nartono Kadri, Sp.A(K), ada beberapa bayi yang reflek isapnya rendah, yaitu bayi yang lahir prematur dan bayi sakit. "Pada bayi prematur, refleks mengisap jarinya lebih pelan ketimbang bayi sehat, karena pertumbuhannya yang belum terlalu sempurna." Sedangkan bayi sakit, misalnya, mengalami gangguan pernafasan berat. "Ini berarti bayi dalam kondisi lemah, sehingga refleks isapnya tak baik. Bayi yang demikian memerlukan selang karena ia tak bisa mengisap," lanjut guru besar FKUI ini.

Kebutuhan Menghisap
Secara psikologis, menurut Dra. Betty DK. Zakianto. Msi, bayi mengisap jari karena lapar. Disamping bayi memang memiliki kebutuhan mengisap, dari lahir sampai usia 3 bulan. "Kebutuhan mengisap didapat bayi ketika menyusui namun kebutuhan ini bersifat individual. Artinya, masing-masing bayi memiliki kebutuhan mengisap yang berbeda-beda," terang psikolog pendidikan ini. Itulah mengapa, lamanya menyusui tak akan sama pada setiap bayi. Misalnya, ada bayi yang sudah puas mengisap selama 20 menit menyusui, namun ada yang baru merasa puas setelah 40 menit.
Selain itu, jarak waktu menyusui juga bisa berpengaruh. Bayi yang setiap 3 jam sekali diberi minum, misalnya, kebutuhan mengisapnya akan lebih sedikit ketimbang bayi yang diberi minum 4 jam sekali. "Jadi makin sering bayi diberi kesempatan menyusu maka semakin sering pula bayi dapat memenuhi kebutuhan mengisapnya," lanjutnya.
Beberapa pakar pun mengatakan, bayi yang menyusu ASI akan lebih jarang mengisap jari ketimbang yang menyusu dari botol. "Kalau ada bayi yang menyusu ASI namun tetap mengisap jari, bisa jadi karena waktu menyusu yang kurang. Misalnya, kebutuhan menyusunya 40 menit, tapi ia hanya diberi 20 menit, sehingga ia belum puas mengisap." Waktu menyusu yang ideal, terang Betty, sekitar 30 sampai 40 menit. "Di atas 20 menit sebenarnya susu ibu sudah kosong, namun bayi tetap mengisap puting ibunya demi memenuhi kebutuhan mengisapnya."

Sarung Tangan Atau Empeng
Yang jadi masalah, orang tua suka risih melihat bayi mengisap jari. Takutnya, mengisap jari akan menjadi suatu kebiasaan sampai selepas masa bayi. Kalau sudah begitu, tentu akan sulit sekali untuk menghilangkannya. Lagi pula, jika kebiasaan ini terus berlanjut, dikhawatirkan akan menghambat perkembangan gusi dan gigi. Itulah mengapa, tak jarang orang tua memberikan alternatif solusi dengan memakaikan sarung tangan. Padahal, menurut Nartono, cara ini tak menyelesaikan masalah, malah dapat mengundang bahaya. "Bisa saja, kan, si bayi malah memasukkan sarung tangan itu ke mulut? Nah, jika sarung tangan itu diisap-isap terus, tentunya jadi basah. Dalam kondisi basah, kuman dan kotoran akan lebih mudah melekat. Jadi, sarung tangan malah berdampak buruk untuk bayi," terangnya.

Selain sarung tangan, kadang orang tua juga suka memberikan empeng/dot. Awalnya, sih, karena bayinya masih rewel padahal sudah diberi ASI. Mereka khawatir bila minumnya ditambah, si bayi malah jadi muntah karena overfeeding atau overload (terlalu banyak menyusu). Nah, agar si bayi tak rewel dan muntah, diberilah empeng/dot. Berbeda dengan jari, menurut Nartono, empeng/dot tak begitu berpengaruh terhadap perkembangan gusi dan gigi, karena empeng tak sekeras jari. Selain itu, empeng/dot adalah benda di luar tubuh bayi, sehingga cara melepaskan kebiasaan mengempeng relatif lebih mudah dibandingkan bila jari yang diisap.

Tapi dengan mengempeng, berarti banyak udara yang masuk ke perut bayi sehingga bayi akan mudah kembung. Selain itu, dari segi higenis, empeng/dot bisa saja jatuh dan yang menjaga bayi malas mencucinya kembali. "Biasanya, bila empeng jatuh cukup dilap sebentar di baju si pengasuh, langsung dimasukan kembali ke mulut bayi. Nah, ini, kan, bisa jadi masalah tersendiri buat bayi."

Dengan kata lain, baik sarung tangan maupun empeng/dot, justru akan menimbulkan masalah baru bila digunakan sebagai pengganti jari. Jadi, bagaimana, dong, sebaiknya?

Berhenti Sendiri
Menurut Betty, orang tua sebenarnya tak perlu terlalu cemas, karena kebiasaan mengisap jari akan berhenti dengan sendirinya. Namun dengan catatan, asalkan si bayi tumbuh dalam lingkungan yang menyenangkan. "Jadi bayi tak perlu dipaksa untuk berhenti mengisap jari, apalagi sampai jarinya ditarik dari mulutnya. Justru kalau dipaksakan, ia akan lebih frustrasi dan malah akan lebih giat mengisap jari demi mengatasi rasa frustrasinya." Lebih baik, saran Betty, biarkan dulu. "Orang tua perlu memberi toleransi agar bayi dapat memenuhi kebutuhan mengisapnya." Toh, nantinya kebiasaan itu akan berhenti sendiri. Lagi pula, seperti telah dijelaskan di atas, mengisap jari merupakan pertanda si bayi sehat dan normal. Juga, merupakan salah satu kebutuhan bayi dari lahir sampai usia 3 bulan. Jadi, wajar saja. Bahkan, kata Betty, sampai usia 7 bulan pun, kebiasaan mengisap jari pada bayi masih dianggap wajar.

Lain halnya bila setelah usia 7 bulan bayi masih saja meneruskan kebiasaannya mengisap jari. "Orang tua sebaiknya mencari tahu penyebabnya," saran Betty. Mungkin bayi termasuk tipe yang memerlukan waktu lebih lama untuk menyusu. Jadi, cobalah perpanjang waktu menyusuinya. Toh, dia tak akan kekenyangan. Bukankah payudara sebenarnya sudah kosong?
Tapi bila cara tersebut tak juga menyelesaikan masalah, bahkan frekuensi mengisapnya malah jadi semakin sering, maka orang tua kembali harus mencari penyebabnya. "Bisa jadi bayi mencari pengganti sesuatu, lalu dia mendapatkan jempolnya sebagai benda penghiburnya. Bukankah jari merupakan benda yang paling dekat dengannya?"

Jika bayi memperoleh rasa nyaman dari jempolnya, lanjut Betty, bisa jadi dia mengalami rasa jemu, frustrasi, atau malah kecapekan. "Kasusnya hampir sama dengan bayi-bayi yang mencari rasa aman dari benda-benda di sekelilingnya, seperti selimut, bantal atau boneka."

Walau begitu, ingat Betty, tetap saja orang tua tak boleh memaksakan bayi untuk langsung menghentikan kebiasaannya. "Cobalah dengan mengalihkan perhatiannya pada kegiatan lain yang menarik dia. Misalnya, ciptakan permainan dengan tangan atau jari, seperti bermain tepuk tangan. Tentunya, permainan ini harus berkesan baginya." Bisa juga dengan memberikan mainan kesenangannya atau ganti dengan mainan yang khusus untuk digigit. Namun jangan lupa, pastikan mainan tersebut aman dan bersih.

Bila semua cara tersebut ternyata tetap tak membuahkan hasil, menurut Betty, orang tua sebenarnya juga tak perlu terlalu cemas selama tumbuh kembangnya normal. Jadi, meski bayi memiliki kebiasaan mengisap jari namun dia masih suka bermain dan ceria, ya, tak apa- apa. Tapi kalau dia mulai melamun dan sepanjang hari kegiatannya cuma mengisap jari, barulah orang tua boleh khawatir. Konsultasi dengan ahlinya merupakan alternatif yang terbaik bila orang tua tak jua bisa menemukan penyebabnya maupun mengatasinya.

Nah, sudah paham, kan!

Kebutuhan Gizi Mempengaruhi Kecerdasan Anak

JAKARTA (Media): Penelitian membuktikan ada keterkaitan antara tubuh pendek dan tingkat kecerdasan. Bila sejak awal sudah tidak ada keseimbangan berat dan tinggi badan, maka akan berpengaruh pada pembentukan otak. Karena itu, kebutuhan gizi bayi sejak janin sampai usia lima tahun harus terpenuhi secara baik. Kepala Seksi Standardisasi, Subdit Gizi Mikro, Direktorat Gizi pada Ditjen Kesehatan Masyarakat Depkes dr Atmarita menegaskan hal tersebut di Jakarta, kemarin, di sela-sela Kongres Nasional XII dan temu ilmiah Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) yang berlangsung hingga Rabu (10/7).

Menurut Atmarita, anak yang perkembangannya sangat lambat disebabkan oleh pembentukan otak maupun tubuhnya tidak baik akibat gizinya buruk. "Berarti hal paling penting adalah pemenuhan gizi bayi sejak dalam kandungan sampai berusia lima tahun, dan bila tidak terpenuhi, pertumbuhan otak dan tubuhnya tidak bagus. Anak dengan tubuh pendek, ia mengemukakan, berarti status gizi pada masa lalunya sudah kronis," jelas Atmarita. Namun begitu, lanjutnya, sampai usia 18 tahun pun asupan gizi masih penting untuk pertumbuhan fisik anak. Jadi jika tubuh seseorang kurus, Atmarita menilai, hal ini dipengaruhi oleh keadaan gizi pada saat itu.

Bersama rekannya, dr Robert L Tiden, pakar gizi tersebut menganalisis masalah gizi di perkotaan yang dikaitkan dengan tinggi badan anak baru masuk sekolah. Atmarita mengatakan, 62% lebih anak di perkotaan memiliki tinggi badan normal dari segi umur, sedangkan anak di pedesaan hanya 49%. Maka disimpulkan bahwa anak di perkotaan memiliki keadaan gizi lebih baik dibanding anak di pedesaan. Meski demikian, obesitas (gemuk sekali) pada anak di perkotaan cenderung lebih tinggi dibanding anak di pedesaan. Cuma, masalah itu mulai meningkat bukan saja di perkotaan, melainkan juga di pedesaan.

Atas dasar tersebut, Atmarita menegaskan, program perbaikan gizi sekarang harus diubah dengan memerhatikan faktor yang terkait dengan pola hidup penduduk di perkotaan maupun pedesaan. Sebelumnya, Menkes Achmad Sujudi dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Staf Ahli Menkes Bidang Desentralisasi dan Kelembagaan Dini Latief merasa prihatin karena proporsi anak pendek di Indonesia masih cukup tinggi. "Saya yakin, para ahli gizi mengetahui situasi ini karena di tiap wilayah telah difasilitasi dengan pemantauan status gizi," ulasnya.

Ia menambahkan sudah banyak penelitian yang menyimpulkan pentingnya gizi untuk meningkatkan kemampuan belajar dan mengikuti pendidikan sampai tingkat tertinggi. Menkes mengutip pula sejumlah studi di Filipina, Jamaika, dan negara lainnya yang membuktikan, adanya hubungan yang sangat bermakna antara tinggi badan dan kemampuan belajar. Bahkan, ujarnya, dihasilkan bahwa pemberian makanan tambahan pada anak bertubuh pendek berusia 9-24 bulan akan mampu meningkatkan kemampuan belajar anak ketika berusia 7-8 tahun. Dibuktikan pula dari beberapa studi bidang ekonomi di Ghana maupun Pakistan mengenai pentingnya gizi untuk mendukung pembangunan. "Malah dengan menurunkan prevalensi anak pendek sebesar 10%, akan dapat meningkatkan 2%-10% proporsi anak yang mendaftar ke sekolah." (Rse/V-4).

Sumber:http://www.kompas.com/kompas-cetak/0208/04/Iptek/kili22.htm

Tips Menghadapi Anak yang Suka Berteriak

Oleh : Dra. Adriani Purbo Psi. MBA

Pada saat si kecil berusia sekitar 1- 1,5 th, mungkin anda pernah mengalami saat dimana ia senang berteriak-teriak, baik yang jelas atau yang tidak jelas maknanya. Sehingga kita sebagai orangtua seringkali merasa tak sabar dibuatnya, dan akhirnya menghardik si buah hati untuk diam. Namun timbul pertanyaan, apakah tindakan menghardik itu memang sudah tepat dalam memperlakukan batita yang suka berteriak? Karena seringkali justru semakin disuruh diam, anak justru semakin keras teriakannya.

TUJUAN BERTERIAK Berteriak pada usia batita, bisa merupakan salah satu bentuk komunikasi agar anak mendapat perhatian orangtua dan lingkungannya. Ini wajar, karena anak usia batita belum memiliki banyak pengalaman bagaimana cara menarik perhatian orang lain.
Berteriak juga dapat merupakan cara untuk mengeluarkan perasaan dan ekspresi keberanian anak dalam menunjukkan kemampuan bicara yang sebelumnya tak dimilikinya.

Selain itu, berteriak juga dapat menjadi sarana untuk memuaskan rasa ingin tahu anak. Misalnya seberapa jauh suaranya dapat didengar orang lain, bagaimana ia mampu mengontrol naik dan turunnya volume suara, dsb. Sehingga hal ini sekaligus juga merupakan sesuatu yang menghiburnya.

NORMAL KAH ?
Sesuai dengan tahapan perkembangannya, berteriak pada usia batita ini merupakan suatu yang masih dianggap normal, sejauh hal ini tidak berlangsung terus menerus. Diharapkan dengan bertambahnya usia, meningkatnya kemampuan komunikasi dan kemampuan anak melakukan aktivitas-aktivitas lain, maka kebiasaan anak berteriak juga semakin berkurang.

Suatu teriakan yang bisa dianggap tidak normal, bila teriakan selalu dijadikan alat untuk mendapatkan perhatian terus-menerus dari lingkungannya sehingga membuat orang lain merasa tidak nyaman. Misalnya selalu berteriak padahal lawan bicaranya berada tidak jauh darinya, selalu berteriak setiap kali menginginkan sesuatu, dsb.

APA YANG HARUS DILAKUKAN ?
Jangan menghardik anak untuk segera diam. Tetaplah bicara dengan nada lembut sewaktu memberi pengertian pada anak dan lakukan kontak mata dengan anak.Misalnya dengan mengatakan "Kalau adek tidak teriak, ibu juga bisa dengar kok, Justru kalau adek teriak, ibu jadi tidak mengerti maksud adek". Hindari bicara keras terhadap anak, karena hal ini justru akan memberi contoh pada anak untuk berbicara keras.

Mintalah anak untuk memperbaiki cara bicaranya lebih dahulu bila perkataannya mau didengar. Ajarkan dan contohkan bagaimana cara menyampaikan keinginan dengan cara yang lebih baik dan suara yang lebih rendah. Misalnya dengan mengatakan "Nah sekarang, coba adek katakan pelan-pelan, adek mau apa?". Hal ini dimaksudkan agar anak dapat mengerti bahwa berteriak itu tidak bermanfaat karena membuatnya tidak mendapatkan perhatian atau sesuatu yang diinginkannya.

Bersikaplah tenang dan optimis bahwa fase berteriak ini pasti akan dapat berlalu sejalan dengan pertambahan usia dan kematangan komunikasi anak serta bimbingan yang telah anda lakukan. Hal ini diperlukan agar orangtua dapat bersikap semangat untuk terus memperlakukan anak secara bijaksana, sabar dan telaten dalam menghadapi anak.

Berikan aktivitas lain yang dapat mengalihkan keinginan anak untuk berteriak-teriak. Misalnya dengan mengajaknya bernyanyi mengikuti irama lagu, bermain bisik-bisikan /nada suara rendah, bermain dengan membaca gerak bibir & mimik wajah, menirukan bunyi binatang, dsb.
Berikan umpan balik positif dengan segera, apabila anak bisa berbicara tanpa berteriak. Misalnya dengan memberikan pujian atau ucapan terimakasih karena sudah membuat anda tidak merasa bising/terganggu.

TANDA-TANDA BAYI CAPEK, KEGERAHAN DAN KEDINGINAN

Untuk melihat ketiga hal di atas memang tidak mudah, tapi jika kita sudah tahu cirinya, jadi mudah, kok.

Menghadapi seorang bayi, orang tua memang kerap dibuat bingung dan serbasalah. Pasalnya si bayi belum bisa mengungkapkan apa yang dia rasakan atau apa yang dia inginkan dengan bahasa yang kita pahami. Mereka hanya bisa menangis atau bersikap rewel
Alhasil, kalau si kecil menangis dan popoknya tidak basah, maka kita menduga ia lapar atau sekadar manja. Padahal belum tentu, lo. Bisa saja dia menangis karena kedinginan, kegerahan, atau kecapekan.

Seperti diakui dr. Anna Tjandrajani, Sp.A. dari RSAB Harapan Kita, Jakarta, memang tak banyak orang tahu ciri bayi kedinginan, kegerahan, atau kecapekan. "Akan tetapi, kalau kita tahu ciri-cirinya, maka mudah saja, lo, mendeteksinya." Untuk itu, ia pun bersedia membeberkan "rahasianya" kepada kita.

BAYI KEGERAHAN
Kita juga sering salah mendeteksi suhu badan anak yang meningkat. Disangka sakit, tak tahunya cuma kegerahan. Adapun penyebab anak kegerahan, menurut Anna, lebih banyak dipengaruhi faktor lingkungan, seperti kurang ventilasi, cuaca di luar sedang terik, ruangan sempit, atau cahaya yang masuk ke ruangan berlebihan.

* Ciri-cirinya:
1. Anak mulai gelisah.2. Kulit anak mulai memerah atau melegam dari sebelumnya.3. Berkeringat, baik di dahi, kepala, dan ketiak. Bajunya juga basah.4. Kulit di bagian lain tubuhnya jadi kering.5. Bibirnya juga kering.
* Penanganan:
Kalau tidak cepat ditangani, anak bisa mengalami dehidrasi. Inilah langkah-langkah penanggulangannya:
1. Jauhkan anak dari sumber panas, dan dinginkan udara ruangan. Kalau sedang berada di bawah terik matahari, segeralah berteduh. Jika sedang berada di dalam ruangan tertutup yang kurang ventilasi, misalnya di dalam mobil yang tak berpendingin udara, ajak anak keluar dari kendaraan.
2. Lepaskan selimut anak. Juga sebaiknya bayi tidak dibedong. "Takutnya, karena terbiasa dibedong, maka ketika segala sesuatu yang menutupi tubuhnya dilepas, anak malah menggigil." Jika hal itu benar terjadi, waspadalah. Mungkin, suhu yang meningkat itu merupakan demam.
3. Pakaikan baju bayi yang sesuai untuk iklim tropis, seperti katun atau bahan-bahan yang menyerap keringat. Gantilah secepat mungkin baju bayi yang basah oleh keringat.
4. Setelah itu, ukur suhu anak dengan termometer. Jika hasilnya menunjukkan angka 36-37,5 derajat Celcius, berarti ia masih normal. Jika lebih dari 37,5 derajat Celcius, kemungkinan anak demam. Jika sampai 39 derajat Celcius berarti dia sudah demam tinggi, apalagi jika sampai 40 derajat Celsius lebih, bisa jadi dia mengalami hipertermia..
5. Untuk membedakan gerah dengan sakit, cara praktisnya adalah dengan meraba badan anak, apakah suhu tubuhnya sama atau lebih tinggi dari tubuh kita. "Tapi cara ini tetap tidak menjamin. Paling tepat, ukur dengan termometer," anjur Anna.

BAYI KECAPEKAN
Kita pun perlu mengetahui ciri bayi yang mengalami kelelahan. Biasanya ini terjadi bila kualitas tidurnya kurang, terlalu sering digendong, atau terlalu lama bermain. Menurut Anna, umumnya anak yang mengalami kecapekan pasti akan tidur dengan sendirinya. Namun demikian, hal itu bisa dilihat secara lebih menyeluruh.

* Ciri-cirinya:
1. Bayi rewel. Bila setelah diajak berjalan-jalan dan diteteki tetap rewel, bisa jadi anak itu kecapekan. Tenangkan dia dengan cara membuatnya nyaman, supaya dia bisa tertidur dengan pulas. Mungkin juga dia mencari tempat tidur.

2. Tatapan matanya sayu, tidak bergairah, atau layu. Namun, menurut Anna, ciri ini tidak selalu menjamin bahwa si bayi memang kecapekan. Bisa jadi ia sedang sakit. Karena itulah pahami betul anak kita secara baik. Periksa selalu kondisi fisik dan suhu tubuhnya, termasuk fesesnya. Jika kita curiga, cepatlah bawa ke dokter. Harus diingat, terlalu sering kecapekan akan menurunkan daya tahan tubuh dan kemudian mengundang penyakit.

BAYI KEDINGINAN
* Ciri-cirinya pada bayi baru lahir/neonatus
1. Anak menggigil, walau biasanya ciri ini tak mudah terlihat pada bayi kecil.
2. Kulit anak terlihat belang-belang, merah campur putih atau timbul bercak-bercak.
3. Anak terlihat apatis atau diam saja.
4. Lebih parah lagi, anak menjadi biru yang bisa dilihat pada bibir dan ujung jari-jarinya.
5. Jika hal tersebut tetap saja dibiarkan, anak bisa berhenti bernapas.
6. Puncaknya, anak bisa terkena hipotermia dan meninggal.

Namun, orang tua tak perlu terlalu khawatir. Biasanya, indikasi pertama sudah bisa terlihat oleh perawat maupun dokter yang kemudian menanganinya dengan mengambil tindakan penghangatan atau heatradian (disinar oleh cahaya lampu biasa dan diselimuti). Kalau perlu dengan menggunakan kasur penghangat.

"Sekalipun begitu, untuk memastikan, sebaiknya bayi langsung diukur suhu badannya dengan termometer. Kalau angkanya di bawah 35 derajat Celcius, berarti anak terkena hipotermia, sebab suhu normal manusia adalah 36-37,5 derajat Celcius," ujar Anna.

* Untuk bayi di atas 1 bulan
Sekalipun kini bayi sudah lebih kuat dibandingkan sebelumnya, jika suhu lingkungan begitu rendah dan tidak membuatnya nyaman, kemungkinan besar si anak juga kedinginan. Ciri-cirinya, menurut Anna, ada yang bisa dideteksi secara kasat mata, ada juga yang mesti dengan perabaan.

1. Yang bisa dideteksi secara kasat mata:
Kondisi bayi tak jauh berbeda dari bayi neonatus yang kedinginan. Cirinya:
1. Ia cenderung diam saja.2. Kulit anak terlihat belang-belang, merah campur putih atau berbercak-bercak.3. Anak menjadi biru dengan ciri, bibir dan ujung jari-jarinya membiru. Jika dibiarkan, anak bisa berhenti bernapas. Puncaknya, anak bisa mengalami hipotermia. Jika tidak segera ditangani, bisa terjadi kematian. "Hanya saja kalau bayi neonatus akan lebih cepat birunya. Sementara pada bayi yang lebih besar akan agak lama perubahannya," ujar Anna.
2. Yang bisa dideteksi dengan perabaan
1. Tangan dan telapak tangannya terasa dingin, begitu juga telapak kakinya.2. Tubuhnya lebih dingin dari tubuh kita. Untuk memastikannya, periksalah dengan termometer yang dipasang di anus.

Atasi kedinginan ini dengan memberinya selimut. Hangatkan pula suhu lingkungan atau ruangan dimana bayi berada. Bisa dengan mematikan AC atau menghangatkan tubuh anak dengan lampu 60 watt yang ditempatkan di atas tempat tidurnya. Jaraknya kurang lebih 1,5 meter dari tubuh anak.

Peluklah anak dengan kasih sayang, "Malah inilah cara yang terbaik," kata dokter yang berpraktek juga di Klinik Anakku Cinere. Hanya saja, saat tidur lebih baik anak dihangatkan dengan lampu. Jauh lebih baik lagi jika kasur anak pun menggunakan penghangat. Jika suhu tubuhnya tak kunjung normal, segeralah bawa si kecil ke dokter terdekat.
Gazali Solahuddin. Foto: Ferdi/nakitaSUMBER: NAKITA

Tidur Telentang Pada Bayi Beresiko Alami Rata Kepala

Bayi yang tidur dengan posisi sama setiap malam atau menghabiskan banyak waktu di kereta dorong beresiko mengalami perataan kepala. Tetapi menurut para spesialis kesehatan anak kondisi ini dapat mudah dicegah dan disembuhkan apabila diketahui sejak dini.Menurut American Academy of Pediatrics (AAP) jumlah anak yang mengalami perataan kepala meningkat sejak awal tahun 1990-an dimana orang tua mengatakan menidurkan bayi dengan posisi telentang dilakukan untuk meminimalisasi sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).Bayi sebaiknya tidur dengan posisi telentang tetapi posisi kepala mereka sebaiknya berubah.

Berikut beberapa saran dari AAP untuk mengurangi resiko rata kepala:
Secara periodik rubah orientasi bayi dalam tempat tidur bayi sehingga perhatiannya tidak selalu terfokus pada arah yang sama. Jika bayi selalu menghadap pintu misalnya, rubah posisinya sehingga ia harus membalikan kepalanya dengan cara berbeda untuk dapat melihat pintu.
Tempatkan bayi pada perutnya untuk periode tertentu selagi terjaga dan terawasi. Ini dapat membantu memperkuat bahu.
Kurangi menghabiskan waktu dalam kereta dorong dimana akan memberikan tekanan pada bagian yang sama yaitu kepala ketika tengah tidur dengan posisi telentang.(ya2n/webmd)
SUMBER: VisionNet

KUNCI MERAWAT SI KEMBAR, BERGANTIAN?

Kebahagiaan punya bayi kembar sebanding dengan repotnya. Kesiapan ayah-ibu harus serba dobel, baik mental maupun fisik. Tetapi ada, kok, kiat-kiat agar semuanya lancar... Ayah-ibu - bahkan seluruh anggota ke-luarga - mungkin sudah maphum akan bakal kehadiran Si Kembar. Tetapi pada saatnya, dijamin semua tetap double surprised. Ujung-ujungnya, banyak ayah-ibu khawatir tak bisa merawat Si Kembar dengan baik. Ini normal, kok, Pak, Bu. Menurut Psikolog Perkembangan Anak Dra. Judiwati E Markum M. Psi, memiliki anak kembar memang kejutan menggembirakan, sekali-gus bikin panik. ?Memang perlu persiapan khusus memiliki anak kembar (dua); persiapan mental, tenaga, dan yang juga pen-ting persipan finansial, ?papar psikolog dari Universitas Indonesia ini.

SERBA DOBEL

Persiapan kela-hiran anak kem-bar, sama halnya dengan persiapan kelahiran punya anak - dapat dila-kukan mulai bulan ketujuh, saat orangtua membeli keperluan bayi. Karena jumlah yang bakal datang dua, gandakan saja keperluan mereka. Misal, jika untuk seorang bayi persediaan popok kurang lebih empat lusin, untuk Si Kembar ya, delapan lusin. Ini juga berlaku saat memesan kamar di rumah sakit. Kapasitasnya harus untuk ibu dengan dua bayi - jika menggunakan fasilitas rooming in (ibu- anak sekamar). Gan-dakan juga budget persalinan. Tetapi, Pak Bu, dalam menyiapkan ini semua, calon ayah-ibu jangan sampai kelewat lelah. Banyak-banyak simpan tenaga untuk merawat bayi kelak. ?Komitmen penting lainnya yang harus dibuat ayah-ibu adalah bagi tugas, apalagi jika tidak ada tenaga pembantu (pengasuh, baby sitter, kerabat). Suami-isteri jangan kaku berbagi tugas. Pedoman ?iapa sem-pat?bisa diterapkan. Pastikan juga ayah-ibu menggilir bayi sehingga kedua bayi dapat mengenal kedua orangtuanya, dan sebaliknya,? demikian Judi.

BERGANTIAN, SAYANG...

Mudah-mudahan Anda mendapat pem-bantu guna merawat Si Kembar. Tetapi jika tidak, jangan panik. Pertama-tama, yuk, pahami kecenderungan ritme hidup mere-ka. Judi menyatakan umumnya anak kembar memiliki kebiasaan sama - paling tidak, mirip-mirip - sejak lahir. Misal, bangun tidur, lapar, mengantuk, menangis, bahkan jatuh sakit, pada waktu yang sama. Sejumlah literatur menganggap kondisi ini menguntungkan - dan dianggap lebih efisien - bagi ibu. Yaitu, ibu dapat mengurus mereka sekaligus, misal memandikan Si Kembar dalam satu bak mandi. Tetapi, Judi berpendapat lain. Menurutnya, jika anak kembar selalu melakukan segala suatu bersamaan, suatu saat jika orangtua sedang tidak siap, atau tidak memiliki pem-bantu, bisa kacau. Karena itu, lanjut Judi, sebaiknya ciptakan perbedaan ritme hidup bayi sedini mungkin, sehingga mereka ti-dak selalu melakukan segalanya bersama-an. Ini berguna supaya seorang ibu pun bisa memegang bayi kembarnya sendirian, jika tidak ada yang membantu. Ilustrasi perawatan secara bergantian, misal, pagi hari bangunkan Si Kakak lebih dahulu, lalu urus keperluannya dalam wak-tu singkat. Saat dia bermain di boks, ganti mengurus adiknya. Saat adik bermain di boks, beri makan kakak (kecuali jika bayi masih minum ASI, lakukan bersamaan). Si Adik makan belakangan, dll.

Manfaat positif bayi melakukan kegiatan pribadinya sendiri-sendiri adalah, mereka menjadi mandiri, tidak harus selalu bersama-sama atau tergantung saudaranya dalam beraktivitas, demikian Judi, seraya menambahkan, memang, tetap ada kegiatan yang dilakukan bayi kembar secara bersamaan, seperti minum ASI, bermain, tidur, atau jalan-jalan. Nah, tatkala ibu merawat Si Kembar secara bergiliran, jangan lupa memperlakukan mereka secara adil sesuai kebutuhan. Contoh, jika Kakak boleh membawa bebek karetnya saat mandi, tawari juga Adik membawa buaya plastiknya. Jika Ibu me-makaikan baju pada Kakak sambil ber-nyanyi dan mengajak ngobrol, pastikan Adik juga mendapat rangsangan sesuai kebutuhannya. Pokoknya anak harus sama-sama merasa terlindungi dan dikasihi, demikian Judi. (IA)

4 Bulan Pertama Terberat

1. Cari bantuan Jika semua ibu baru membutuhkan bantuan, ibu bayi kembar lebih lagi.Terimalah semua tawaran bantuan.

2. Kurangi pekerjaan Tidak ?impi?rumah selalu rapi, meman-faatkan jasa katering, atau menggunakan dia-pers bayi, adalah hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi pekerjaan rumah.

3. Bergabung dengan ibu bayi kembar lain-nya. Para orangtua bayi kembar lainnya - teruta-ma yang telah melampaui bulan pertama -adalah sumber nasihat dan dukungan terbaik.

4. Buat Catatan Siapa yang tadi minum jus buah dan yang minggu lalu batal diimunisasi? Siapa yang menghisap payudara yang mana pada saat minum terakhir? Agar tidak lupa atau tertukar, miliki catatan kegiatan Si Kembar, jadual imu-nisasi dan riwayat kesehatan mereka.

5. Belajar menyesuaikan diri dengan ribut dan tangis bersahut-sahutan.

6. Gandakan kewaspadaan saat bayi kembar sudah mulai bisa bergerak

7. Empat bulan pertama bersama Si Kembar konon masa tersulit. Meski tidak akan pernah menjadi mudah, penanganan bayi kembar akan lebih terkendali jika Anda telah menyesuikan diri dan menjadi lebih mahir. Yang menghibur, bayi kembar adalah teman terbaik bagi mereka sendiri. Mereka dapat saling menemani hingga memberi Anda banyak waktu. (IA)

ASI Ekslusif

Untuk Si KembarMungkinkah?
Mengapa tidak? Menyusui secara bersamaan akan lebih menghemat waktu dan menghin-dari ibu dari harus menyusui sepanjang hari. Ibu dapat memegang bayi, menopangnya dengan ban-tal, dan pada posisi Memegang bola?dengan kaki-kaki mereka di belakangan ibu, atau masing-masing pada payudara dan tubuh mereka saling bersilangan di depan tubuh ibu. Berikan sisi payudara yang berlainan secara bergantian pada setiap bayi , setiap kali ibu mulai menyusui, agar tidak terjadi payudara favorit dan menghindari tidak simetrisnya payudara karena salah satu bayi menghisap lebih kuat. Untuk mem-pertahankan enerji dan produksi ASI, pastikan ibu mendapat nutrisi dan istirahat memadai. Bagaimana jika kembar lebih dari dua? Gilirlah pemberian ASI. Jika ASI tidak cukup memenuhi kebutuhan gizi bayi kembar tiga atau empat, berikan tambahan susu formula dengan bimbingan dokter anak. (IA)

Sumber: http://www.geocities.com/tabloidibuanak/nth.html

Merawat Kulit Bayi & Balita Secara Benar

Rawatlah kulit bayi dan balita secara benar. Apa saja yang harus dilakukan :

Hindari Sabun Keras

1. Bersihkan kulit dari kotoran yang menempel pada kulit seperti sisa makanan, air seni, dan tinja dengan air. Mandi dua kali sehari juga akan membantu membersihkan kulit. Jika kegiatan dan gerak anak sangat tinggi, mandi dapat dilakukan sampai 3 kali sehari.

2. Perhatikan sabun pembersih kulit. "Hindari sabun yang terlalu keras. Pilih sabun khusus untuk balita dan bayi yang memiliki pH 4.5-5 dan agak berminyak untuk menghindari iritasi. Gunakan pula pelembab berupa lotion dan krim khusus bayi dan balita. Fungsinya mempertahankan atau menambah kandungan air dalam kulit terutama bagian terluar kulit ari (epidermis). Berikan setelah mandi.

3. Cegah bayi terpapar sinar ultraviolet dari matahari atau gunakan pelindung sinar matahari. Pukul 08.00 ke atas, intensitas ultraviolet sangat tinggi. Jadi menjemur bayi seharusnya sebelum jam itu dan sebaiknya tetap gunakan krim atau lotion pelindung sinar matahari khusus bayi dan balita.
Yang tak kalah penting, sebelum membeli produk perawatan kulit untuk bayi dan balita, teliti informasi produk. Teliti, isi, tujuan, cara pemakaian, tanggal produksi, kedaluwarsa serta izin dari badan POM agar terhindar dari faktor pemicu atau pencetus timbulnya penyakit.

Mencegah Eksim Popok

- Popok dari kain sebaiknya langsung diganti jika basah, jika popok sekali pakai sebaiknya segera diganti jika air seni atau tinja yang diserap sudah melebihi daya tampung.

- Untuk mencegah jagalah kebersihan daerah kulit yang ditutupi popok. Setelah buang air kecil dan besar, bersihkan kulit secara lembut dengan air hangat, lalu bilas bersih-bersih.

- Gunakan sabun khusus setelah buang air besar, lalu keringkan dengan handuk atau kain lembut, dan tunggu 2 menit sebelum dipakaikan popok baru. Ini akan mencegah kulit tidak lembab.

- Setelah itu, bisa dibubuhkan bedak yang berfungsi sebagai pelicin dan penyerap kelembaban supaya mengurangi gesekan antara kulit dengan popoknya. Tapi harus digunakan dalam keadaan kulit kering dan bersih. Jangan saat lembab karena malah bisa memicu timbulnya jamur dan kuman. Juga jangan berlebihan karena bisa terhisap dan mengganggu pernapasaan.
Mengusir biang keringat

Biang keringat muncul akibat saluran keringat tersumbat sel yang sudah berganti. Akibatnya, rasa gatal terpicu. Berikut agar si kecil terhindar dari biang keringat :

1. Bayi atau anak dianjurkan mandi secara teratur, sedikitnya dua kali sehari menggunakan air dingin dan sabun. Mandi yang teratur merupakan salah satu cara agar keringat dapat keluar dengan bak dan lancar.

2. Jika bayi dan balita Anda banyak dan sering mengeluarkan keringat, basuh dengan handuk atau kain lembut. Setelah itu taburi dengan bedak, tapi jangan pada saat kulit dalam kondisi lembab.

3. Gunakan pakaian yang menyerap keringat, misalnya yang terbuat dari katun. Kalau pakaiannya sudah basah oleh keringat, cepat ganti dengan yang kering. Sebaiknya bawa beberapa potong baju jika sedang bepergian untuk mempermudah mengganti pakaian. (Nova)

Bayi Kurus Berarti Kurang Gizi ?

Selama ini ada anggapan, bayi kurus berarti kekurangan gizi atau menderita penyakit tertentu.Padahal, penyebabnya bisa macam-macam.
"Periksa ke dokter, deh, siapa tahu anakmu ada penyakit tertentu. Badannya kurus sekali." Nasehat semacam ini sering kita dengar atau justru berikan pada teman yang anaknya terlihat kurus. Padahal, untuk menentukan bayi kurus tidaknya bayi, tak cukup dilihat dari penampilannya saja. "Cara yang tepat adalah dengan mengukur dan membandingkan antara berat dan tinggi badannya, kendati tiap bayi punya berat dan tinggi badan yang berbeda," terang dr. Alinda Rubiati, Sp.A, spesialis anak dari RS Fatmawati, Jakarta.
Begitu pula untuk urusan memantau kurus atau tidaknya anak, harus secara kontinyu. "Ada satu kurva atau grafik untuk melihat apakah bayi menjadi lebih kurus atau tidak," ungkap Alinda. Pencatatan biasanya dilakukan setiap bulan, sehingga akan tampak bagaimana grafik pertumbuhan badan si bayi.

ACUAN KURUS
Normalnya, berat badan (BB) bayi baru lahir harus mencapai 2.500 gram. Tidak terlalu besar, juga tak kelewat kecil. Sebab kalau terlalu kecil, dikhawatirkan organ tubuhnya tak dapat tumbuh sempurna sehingga dapat membahayakan sang bayi sendiri. Sebaliknya, terlalu besar juga ditakutkan sulit lahir dengan jalan normal dan mesti lewat operasi sesar.
Nah, pertambahan BB bayi bisa dilihat per triwulan. Pada triwulan I, kenaikan BB berkisar 150-250 gram/minggu, triwulan II kenaikannya 500-600 gram/bulan, triwulan III naik 350 - 450 gram/bulan, dan triwulan IV sekitar 250-350 gram/bulan.

Jelas terlihat,triwulan I pertambahan BB berlangsung lebih cepat dibanding dengan triwulan II, III, dan IV. "Ini wajar karena pertumbuhan BB di bulan berikutnya lebih rendah dari bulan sebelumnya. Namun bila pertumbuhan BB berkurang secara drastis, bisa dijadikan ancang-ancang untuk melakukan tindakan lanjutan."

Umumnya, jelas Alinda, acuan untuk melihat normal-tidaknya BB adalah saat usianya mencapai 6 bulan dan 1 tahun. Di usia 6 bulan, BB bayi harus mencapai 2 kali lipat berat lahir dan menjadi 3 kali lipatnya pada usia 1 tahun. "Kurang dari ini, BB nya bisa disebut rendah atau ia termasuk bayi kurus."

NUTRISI & PERIKSA RUTIN
Bayi kurus adalah yang saat lahir BB-nya rendah atau di bawah 2.500 gram. "Penyebabnya dipengaruhi saat masih berada dalam kandungan. Inilah yang sangat menentukan karena di situlah pembentukan dan pertumbuhan organ tubuh dimulai."

Kandungan yang sehat ditentukan oleh ibu yang sehat. Bila ibu menderita penyakit, semisal infeksi paru, kondisi janin pun ikut terpengaruh. Darah yang tersuplai ke tubuh janin bisa saja menjadi jalan untuk mewarisi penyakit yang diderita ibunya. "Saat lahir, bayi bisa saja menderita penyakit atau kelainan organ tubuh. Akhirnya, bayi tak sehat dan bertubuh kurus."
Faktor penyebab lain adalah asupan nutrisi yang dikonsumsi ibu ketika hamil. Biasanya, berkurangnya nutrisi yang dikonsumsi si ibu, otomatis berkurang pula asupan nutrisi pada janin yang ditransportasikan lewat plasenta. Kekurangan ini bisa disebabkan karena ibu sulit sekali untuk mengkonsumsinya kala sakit selama hamil atau memang malas memperhatikan nutrisi yang diperlukan semasa hamil. Gara-gara kurang nutrisi inilah, bayi bisa mengalami BB rendah dan tampak kurus.

Itu sebabnya selama hamil ibu harus kontinyu memeriksakan kandungan sebulan sekali. "Makin tua usia kandungan, pemeriksaan harus dilakukan lebih sering." Selain itu,ibu juga harus melakukan pengawasan terhadap kandungan dengan lebih saksama, sehingga bila terjadi sesuatu pada diri ibu maupun janinnya, dapat segera diketahui dan dapat dilakukan tindakan preventif sejak dini. "Yang jelas,pemeriksaan juga harus dibarengi dengan asupan gizi yang cukup dan seimbang," tegas Alinda.

BERAT MANDEK
Meski saat lahir BB-nya normal, belum tentu juga selanjutnya perkembangan BB-nya akan normal sesuai dengan pertumbuhannya. "Pada fase tertentu, ada kecenderungan pertambahan berat badan bayi akan melambat." Antara 1 sampai 6 bulan, pertambahan BB bayi terbilang cepat, "Tapi di atas 6 bulan, pertambahannya melambat. Ini terjadi hampir pada seluruh bayi. Salah satu penyebabnya, karena pada tahap ini biasanya bayi sudah lebih banyak bergerak dan pertumbuhannya mengarah ke pertinggian badan."

Bila pertambahan BBbayi di usia 6 bulan, misalnya, menjadi tidak normal alias tidak bertambah atau malah berkurang, "Perlu dilihat penyebabnya," terang Alinda. Mungkin ada penyakit yang bersarang di tubuhnya semisal penyakit infeksi terutama TBC dan diare. "Penyakit membuat nafsu makan anak berkurang dan akhirnya BB-nya tak mau naik."

Selain itu, bayi kurus juga bisa mengindikasikan kekurangan gizi. Ini umumnya karena kebiasaan di keluarga di mana kadang ibu tak cermat memberi nutrisi yang tepat untuk bayi. Padahal,bayi perlu asupan nutrisi yang seimbang. Bisa juga karena si bayi bosan dengan makanan yang itu-itu saja dan akhirnya emoh makan."Di sisi lain, kondisi psikis bayi menentukan pula keinginannya untuk makan. Kalau ia merasa tertekan karena sering dipaksa, misalnya, bisa saja nafsu makannya berkurang."

Padahal, bayi dengan BB rendah berisiko terserang penyakit lebih besar dibanding dengan yang punya BB normal. "Meski belum tentu begitu jika memang kesehatannya baik-baik saja." Tapi yang jelas, saran Alinda,"Jaga BB bayi pada kondisi normal. Bila terlalu kurus, segera konsultasi ke dokter."

Soalnya, lanjutnya, "Untuk mengembalikannya menjadi normal kita harus melihat apa yang menjadi sebabnya." Bila karena penyakit, harus disembuhkan dansambil menyembuhkan penyakitnya, kita pun harus melakukan konsultasi gizi untuk mengetahui gizi yang tepat bagi bayi.

Untuk kembali ke kondisi normal, kata Alinda, waktu yang diperlukan sangat relatif. Bila penanganannya dilakukan dengan kontinyu dan serius, mungkin lebih cepat. Begitu pula sebaliknya. Yang jelas, bila bayi kurus tak segera diobati, dikhawatirkan akan menimbulkan komplikasi. "Bahayanya, sih, memang tidak langsung melainkan melalui proses. Karena kurang gizi, bayi jadi rentan terhadap aneka penyakit. Nah, karena sakit-sakitan, ia jadi tambah kurus."

KIAT MENGATASI
Jika memang penyebabnya karena penyakit, tak ada cara lain, si penyakit harus disembuhkan secara total. Pada saat yang sama pula, bayi diberi nutrisi yang cukup agar ia tidak jadi kurus. Sebab, jika bayi kena infeksi dan dibiarkan tanpa ada tindakan tepat hingga akhirnya menimbulkan masalah kekurangan gizi, misalnya, bakal sulit meningkatkan BB-nya. Penanganannya pun akan menjadi lebih kompleks.

Ciri-ciri bayi malnutrisi, jelas Alinda, bisa dilihat dari fisiknya. "Bila parah hanya tinggal kulit dan tulang saja." Pemberian gizi tidak hanya satu segi saja, tetapi harus seimbang antara pemberian protein, karbohidrat, lemak, kalori, dan vitamin. Sumbernya pun tidak harus yang mahal, lebih baik dari yang murah. "Seperti protein, tak harusdari hewani saja. Dari nabati pun bisa. Misalnya anak diberitahu dan tempe."

Jika berbagai upaya sudah dilakukan tapi bayi tetap kurus,"Berarti ada masalah utama yang tidak teratasi," tegas Alinda. Karena itu mencari penyebabnya menjadi sangat penting agar dapat dilakukan tindakan yang tepat. "Mungkin tidak hanya faktor penyakit infeksi atau nutrisi, pengetahuan ibu dalam hal pemberian makanan, lingkungan yang tidak mendukung, juga penting untuk diketahui."

Pada kasus lain,bayi sulit makan sehingga gizi yang dibutuhkannya pun sulit sekali masuk. "Di sini perlu tindakan khusus orang tua. Kalau perlu, konsultasikan ke dokter." Mungkin karena anak alergi, kurang cocok dengan makanannya, atau ada hal lain yang menyebabkan makanan sulit masuk ke dalam tubuhnya. "Kalau memang makanannya tak cocok, ibu, kan, bisa membuatkan variasi makanan yang lain."

Irfan Hasuki.Foto: Iman Dharma (nakita)